Cuaca Ekstrem Terjang Kepulauan Sangihe, Banjir dan Longsor Landa 11 Kampung di Empat Kecamatan

by -95 Views

Tahuna Manadolive.co.id– Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (21/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026) mengakibatkan banjir bandang, banjir genangan, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah. Sebanyak 11 kampung yang tersebar di empat kecamatan terdampak, mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, serta terganggunya akses transportasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, S.Sos, mengatakan cuaca buruk berlangsung sejak Selasa pukul 11.00 Wita hingga Rabu pukul 16.00 Wita. Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu banjir serta tanah longsor di berbagai lokasi.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tabukan Selatan di Kampung Simueng, Lesabe, Lesabe I, dan Bentung. Di Kecamatan Tamako, bencana terjadi di Kampung Dagho, Balane, Binala, Lelipang, Kalinda, dan Pokol. Sementara di Kecamatan Manganitu, longsor terjadi di Kampung Barangkalang, sedangkan banjir merendam Kampung Laine di Kecamatan Manganitu Selatan.
BPBD mencatat banjir genangan terjadi di Kampung Simueng dan Kampung Laine. Adapun banjir bandang menerjang Kampung Balane, Binala, Lelipang, dan Dagho akibat luapan sungai. Tanah longsor juga menutup sejumlah titik, di antaranya ruas jalan Lesabe–Bukide, kawasan Bowolagu antara Kampung Lesabe dan Malamenggu, Kampung Barangkalang, serta Kampung Kalinda.
Material longsor menutup sejumlah ruas jalan di empat kecamatan sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Selain itu, beberapa rumah warga, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum berada dalam kondisi terancam.

Hasil pendataan sementara BPBD menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan. Di Kampung Balane, satu rumah milik satu kepala keluarga dengan tiga jiwa hilang terbawa banjir bandang.
Di Kampung Binala, dua rumah dinas paramedis terdampak, masing-masing satu unit mengalami rusak berat dan satu unit lainnya tertimbun longsor. Selain itu, tiga rumah warga mengalami rusak berat yang dihuni tiga kepala keluarga dengan delapan jiwa.
Di Kampung Lelipang, banjir bandang mengakibatkan satu rumah hilang terbawa arus, satu rumah mengalami rusak berat, dan satu rumah lainnya mengalami rusak ringan.
Sementara itu, longsor di Kampung Barangkalang merusak satu rumah yang dihuni satu kepala keluarga berjumlah empat jiwa. Di Kampung Lesabe, dua rumah warga mengalami rusak berat akibat tertimbun material longsor.

Bencana juga berdampak pada sejumlah fasilitas publik. Di Kecamatan Tamako, banjir merendam Puskesmas sehingga pelayanan kesehatan terganggu, Polsek Tamako ikut tergenang, dan jaringan listrik PLN mengalami gangguan.
Selain itu, beberapa sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA serta Gereja KOMPI ikut terendam banjir. Di Kampung Simueng, banjir menggenangi SD Negeri Simueng dan SD YPK GMIST “Lahai Roi”, sementara sebanyak 55 rumah warga turut terendam. Rumah dinas guru di Kampung Lesabe juga terdampak banjir.

BPBD memastikan hingga laporan diterbitkan tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih berlanjut.
Penanganan Darurat
Dalam upaya penanganan, BPBD telah melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, dan pemerintah kampung.
Tim gabungan juga melaksanakan kerja bakti membersihkan material longsor dan sisa banjir, menyiapkan lokasi pengungsian sementara, menyalurkan bantuan logistik, serta menggelar rapat Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Sekretaris Daerah dan perangkat daerah terkait.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan lereng dan perbukitan agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi cuaca memburuk atau muncul tanda-tanda potensi bencana.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga Kamis (23/7/2026) dini hari. BPBD terus melakukan pemutakhiran data dan pemantauan di lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.