TAHUNA, ManadoLive.co.id — Gunung Awu kembali menghadirkan pemandangan mencekam. Bukan kabut atau panorama pegunungan yang menyambut para pendaki, melainkan kobaran api yang membesar di kawasan Pos 8 atau basecamp jalur pendakian, Sabtu (5/9/2026) sore.
Api terlihat sekitar pukul 18.00 WITA dan menghanguskan kawasan hutan di jalur pendakian Gunung Awu, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kobaran api bahkan membuat dua pendaki, Riski Sumaili (22) dan Steven Maradesa (28), memilih membatalkan perjalanan dan kembali ke titik awal pendakian.
Keduanya diketahui mulai mendaki sekitar pukul 15.00 WITA dari Dusun Pansihe, Kelurahan Pananekeng. Saat perjalanan menuju Pos 6, mereka sempat bertemu dengan sejumlah pendaki yang tengah turun gunung.
Sekitar pukul 16.30 WITA, Riski dan Steven tiba di Pos 6 dan beristirahat sejenak. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pos 7 sekitar pukul 17.00 WITA.
Namun, perjalanan mereka berubah menjadi situasi darurat ketika tiba di kawasan Batu Licin. Dari lokasi tersebut, keduanya melihat kobaran api menyala di sekitar Pos 8. Riski kemudian mendekati lokasi dan mendapati sekitar delapan pendaki sedang berjibaku memadamkan api secara manual menggunakan ranting pohon.
Kondisi tersebut membuat Riski mempertanyakan aktivitas yang berkaitan dengan api di tengah kondisi kawasan yang kering. Tak lama berselang, terdengar permintaan air dari kelompok pendaki yang tengah berusaha memadamkan kobaran api.
Situasi semakin genting ketika api mulai membesar. Dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal serta kobaran api yang semakin sulit dikendalikan, Riski dan Steven akhirnya memilih kembali turun menuju lokasi awal pendakian.
Saat keduanya meninggalkan lokasi, sekitar delapan pendaki masih berada di kawasan Pos 8.
Medan Terjal Jadi Kendala .Kabar kebakaran Gunung Awu langsung mendapat perhatian serius pemerintah daerah dan aparat gabungan.
Sejumlah unsur diterjunkan untuk melakukan penanganan dan pemantauan, di antaranya Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dandim 1301 Sangihe bersama personel, Danlanal Tahuna bersama anggota Lanal, personel Polres Kepulauan Sangihe di bawah pimpinan Kasat Samapta AKP N. Mirontoneng, S.E., personel Polsek Tahuna, BPBD, Satpol PP dan Damkar, serta unsur pemerintah Kecamatan Tahuna Barat dan pemerintah kelurahan.
Namun, upaya pemadaman tidak berjalan mudah.Jarak sekitar 8 kilometer dari titik awal pendakian ditambah medan yang terjal menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.
Hingga laporan diterima, kobaran api di sekitar Pos 8 jalur pendakian Gunung Awu masih belum berhasil dipadamkan.
Situasi ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi kawasan yang kering berpotensi membuat api dengan cepat merambat ke area hutan lainnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan unsur gabungan untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi kawasan pendakian tetap dalam pantauan.







