Warga Tahuna Digegerkan Penemuan Mayat Lansia di Dalam Rumah

by -482 Views

Tahuna manadolive.co.id— Warga Kelurahan Soataloara II, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki lanjut usia di dalam rumahnya pada Jumat (8/5/2026) malam.

Korban diketahui bernama Ferri Tumewu (66), seorang wiraswasta yang tinggal di Kelurahan Soataloara II, Kecamatan Tahuna.

Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Abdul Kholik, SH, SIK, MAP melalui Kasat Reskrim IPTU Stefi Sumolang, SH, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 20.20 WITA.

Mayat korban ditemukan oleh seorang warga bernama Feybe Matede bersama anggota Koramil setempat di rumah korban yang berada sekitar 30 meter dari permukiman warga.

Berdasarkan keterangan saksi, awalnya Feybe mencium bau tidak sedap saat berada di sebuah kios dekat rumah korban sekitar pukul 20.00 WITA. Karena curiga bau tersebut berasal dari rumah Ferri Tumewu, saksi kemudian melaporkannya kepada anggota Koramil yang berada tidak jauh dari lokasi.

Sekitar pukul 20.30 WITA, Feybe bersama anggota Koramil mendatangi rumah korban untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di lokasi, bau menyengat semakin terasa. Setelah diperiksa, pintu rumah diketahui tidak dalam keadaan terkunci.

Anggota Koramil kemudian masuk ke dalam rumah sekitar pukul 20.40 WITA dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam posisi terbaring di atas tempat tidur. Di samping tempat tidur ditemukan sebuah tongkat yang diduga milik korban.

Pihak Koramil selanjutnya menghubungi keluarga korban untuk datang ke lokasi kejadian.

Sementara itu, berdasarkan keterangan saksi lainnya, Semi Tumewu, korban sehari-hari bekerja sebagai pembeli besi tua di wilayah Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna.

Semi menjelaskan, dirinya terakhir kali melihat korban pada Kamis, 30 April 2026, sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu korban bersama anak kandungnya menuju rumah cucunya di Kompleks Tarea, Kelurahan Soataloara II.

Namun korban tidak turun dari kendaraan karena mengalami sakit pada bagian kaki dan kesulitan berjalan. Meski demikian, korban masih dapat berbicara dengan lancar. Setelah berada di rumah cucunya hingga sekitar pukul 14.00 WITA, korban meminta anaknya untuk kembali mengantarnya pulang ke rumah

Informasi terakhir mengenai kondisi korban diperoleh keluarga pada Selasa, 5 Mei 2026, saat anak korban datang mengambil rantang makanan untuk diantar ke rumah korban.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Kondisi jenazah yang telah membusuk dan mengeluarkan belatung membuat proses identifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut dilakukan secara hati-hati oleh petugas medis dan kepolisian.

Pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, jenazah Ferri Tumewu selesai menjalani pemeriksaan visum luar di RS Liung Kendage Tahuna.

Saat ini pihak keluarga sedang melaksanakan ibadah di depan ruang jenazah rumah sakit. Sesuai permintaan keluarga, jenazah rencananya akan dimakamkan di Pekuburan Cina Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, sekitar pukul 06.00 WITA sambil menunggu persiapan lahan pemakaman selesai dilakukan.

Pihak keluarga juga menyatakan telah menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi. Polisi telah berkoordinasi dengan keluarga terkait pembuatan surat pernyataan serta berita acara penolakan autopsi untuk ditandatangani pihak keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.