BOLMONG – Wakil Bupati Bolaang Mongondow, , memimpin rapat koordinasi percepatan penyaluran bantuan permodalan bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM), Jumat 19 Juni 2026, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Bolaang Mongondow.
Rapat yang digelar Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow melalui kolaborasi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) tersebut juga dirangkaikan dengan pembahasan penanganan stunting.

Dalam arahannya, Dony Lumenta menekankan pentingnya percepatan penyelesaian administrasi calon penerima bantuan agar proses penyaluran permodalan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program bantuan permodalan ini harus tepat sasaran dan tepat waktu. Karena itu, seluruh pihak terkait perlu memastikan kelengkapan data dan dokumen penerima agar tidak terjadi hambatan dalam proses penyaluran,” ujar Dony.

Rapat tersebut menjadi forum evaluasi bagi Tim Verifikasi Pendamping dalam melakukan pemantauan terhadap perkembangan data pelaku Tenaga Kerja Mandiri di seluruh wilayah Bolaang Mongondow. Berbagai kendala yang ditemukan di lapangan turut dibahas untuk dicarikan solusi bersama, terutama yang berkaitan dengan pemberkasan dan validasi data penerima manfaat.
Selain fokus pada program pemberdayaan ekonomi, pemerintah daerah juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Pembahasan dilakukan guna memastikan program intervensi yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lebih efektif hingga tingkat desa.
Menurut Dony, penguatan ekonomi keluarga dan penanganan stunting merupakan dua agenda pembangunan yang saling berkaitan. Karena itu, koordinasi antarlembaga perlu terus diperkuat agar manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Rapat dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Disnakertrans, seluruh camat se-Kabupaten Bolaang Mongondow, serta para pendamping desa.
Melalui sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan pendamping desa, Pemkab Bolaang Mongondow menargetkan proses verifikasi dan penyelesaian administrasi penerima bantuan dapat segera dituntaskan sehingga penyaluran bantuan modal usaha maupun program penanganan stunting dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan merata di seluruh wilayah.***













