TAHUNA, ManadoLive.co.id — Membangun gereja tidak hanya melalui pelayanan mimbar, tetapi juga lewat literasi dan penguatan kualitas sumber daya pelayan. Semangat inilah yang menjadi bagian dari perjalanan pelayanan Pdt. Dr. Hendro Dededaka, M.Th., Kons., yang kini bersiap mengabdikan diri sebagai Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIST periode 2026–2031.
Dikenal sebagai tokoh agama lintas denominasi yang menjunjung tinggi keberagaman, Pdt. Dededaka telah menjabat sebagai Ketua BAMAG/BAMAGNAS Sangihe sejak 2020. Pengalaman tersebut memperkaya kiprahnya dalam membangun komunikasi, mempererat kebersamaan, serta merawat kerukunan antarumat beragama.
Namun, sebelum menekuni profesi sebagai pendeta GMIST, ayah dua anak ini memiliki pengalaman di dunia jurnalistik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian (SKH) Sergap.
Pengalaman di bidang jurnalistik itulah yang kemudian mengantarnya memelopori pengembangan literasi sebagai salah satu sarana pelayanan dan penginjilan di lingkungan GMIST melalui buku khotbah dan renungan bertajuk MERCUSUAR.
Hingga kini, MERCUSUAR menjadi salah satu pedoman bagi para pelayan khusus GMIST dalam mempersiapkan dan menyampaikan pemberitaan firman Tuhan. Kehadiran buku tersebut menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat pelayanan gereja sekaligus membantu para pelayan dalam menjalankan tugas penggembalaan.
Berbekal pengalaman pelayanan, jurnalistik, serta latar belakang pendidikan di UKIT dan program pascasarjana IAKN Manado, Pdt. Dededaka membawa semangat pembaruan dalam tata kelola gereja.
Komitmen tersebut diarahkan pada penerapan penatalayanan GMIST yang lebih baik melalui prinsip good governance, dengan tata kelola yang SMART, modern, dan terintegrasi.
Dalam kesiapannya mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Umum BPMS GMIST periode 2026–2031, ia mengusung semangat membangun gereja yang semakin kuat dalam pelayanan, tertata dalam administrasi, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kebersamaan.
Dukungan dan doa dari seluruh jemaat GMIST menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian tersebut. Semangat persatuan yang dirangkum dalam jargon “TORANG SATU PARAO” (I Kite Su Pato Senggesa) menjadi pesan untuk terus menjaga keutuhan dan kebersamaan dalam membangun GMIST.
Melalui literasi, pelayanan lintas denominasi, dan gagasan tata kelola yang lebih modern, Pdt. Hendro Dededaka membawa harapan bahwa gereja tidak hanya bertumbuh secara spiritual, tetapi juga semakin kuat dalam pengetahuan, persatuan, dan kualitas pelayanan bagi jemaat.












