Tragis! Pemuda Makalekuhe Meninggal Saat Menyelam Memanah Ikan di Perairan Hesang

by -365 Views

TAHUNA, Manadolive.co.id — Kecelakaan laut menimpa seorang pemuda asal Kampung Makalekuhe, Kecamatan Tamako , Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (15/8/2026). Maychel Owen Tamasegho (20) meninggal dunia saat melakukan aktivitas menyelam untuk memanah ikan di perairan Kampung Hesang, Kecamatan Tamako.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Sebelum kejadian, korban bersama rekannya, Yani Mantiara, berencana memanah ikan menggunakan alat panah ikan atau jubi.

Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring mengatakan, berdasarkan keterangan saksi Yani Mantiara, sekitar pukul 09.00 WITA dirinya mendatangi rumah korban untuk memastikan rencana memanah ikan.

Saat itu, korban mengaku tidak memiliki alat panah ikan karena alat miliknya telah hilang. Yani kemudian meminjamkan alat panah ikan milik temannya kepada korban.

Sekitar pukul 11.30 WITA, korban mendatangi rumah Yani. Keduanya kemudian berangkat menuju perairan laut Kampung Hesang.

Sekitar pukul 12.30 WITA, keduanya mulai menyelam dan memanah ikan. Saat berada di bawah permukaan laut, keduanya sempat terpisah. Yani menyelam pada kedalaman sekitar lima meter, sementara korban terlihat menyelam hingga sekitar 10 meter.

Setelah kurang lebih 30 menit, Yani tidak lagi melihat keberadaan korban. Ia hanya menemukan alat panah ikan dan ikan hasil tangkapan korban mengambang di dalam air.

Yani kemudian melakukan pencarian selama sekitar 10 menit. Namun, korban belum ditemukan. Ia selanjutnya meminta bantuan nelayan lain, Markel Halir, yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi untuk melakukan aktivitas serupa.

Setelah sekitar 20 menit melakukan pencarian, keduanya akhirnya menemukan korban dalam posisi tersungkur di dasar laut. Lokasi korban diperkirakan sekitar 50 meter dari titik terakhir korban terlihat.

Korban diduga terbawa arus bawah laut yang cukup deras. Kondisi arus yang kuat membuat Yani dan Markel kesulitan mengangkat tubuh korban ke permukaan.

Keduanya kemudian menunggu perahu yang melintas untuk meminta bantuan. Tidak lama berselang, sebuah speedboat melintas di sekitar lokasi dan langsung dimintai pertolongan.

Markel kemudian kembali menyelam ke dasar laut dengan membawa tali nilon milik pemilik speedboat. Tali tersebut diikatkan pada tubuh korban, hingga akhirnya korban berhasil diangkat ke atas speedboat dan dibawa menuju daratan.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Siloam Tamako untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, sekitar pukul 14.20 WITA, pihak puskesmas menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tekanan darah korban tidak terukur setelah dilakukan dua kali pemeriksaan. Nadi juga tidak teraba, pupil mata membesar, jari tangan dan kaki membiru, serta ditemukan busa yang keluar dari hidung dan mulut.

Pihak keluarga melalui ayah korban, Markus Tamasegho, menyatakan menerima dan mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah atau kecelakaan.

Sementara itu, Polsek Tamako telah mendatangi Puskesmas Siloam Tamako, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, berkoordinasi dengan pihak puskesmas, serta melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk mencegah munculnya persoalan akibat isu-isu yang berkembang terkait peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara, kepolisian menduga korban kemungkinan mengalami Shallow Water Blackout (SWB) atau hilangnya kesadaran secara tiba-tiba akibat kekurangan oksigen saat menyelam. Korban juga diduga terbawa arus bawah laut yang cukup deras.

Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas menyelam maupun memanah ikan agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi arus dan cuaca, serta tidak mengabaikan risiko yang dapat terjadi saat berada di bawah permukaan laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.