Titik Api Baru Muncul di Lereng Gunung Awu, 500 Meter Persegi Lahan Terbakar

by -8 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, kembali menjadi perhatian. Titik api baru terpantau di Kebun Saru Kadodo, Kelurahan Pananekeng, Kecamatan Tahuna Barat, Jumat (25/9/2026).

Titik api tersebut ditemukan saat Kapolsek Tahuna IPTU Chergli Sarite, S.Pd bersama personel Polsek Tahuna, unsur pemerintah Kelurahan Pananekeng dan sembilan orang relawan melakukan pemantauan sekaligus upaya penanggulangan karhutla di kawasan tersebut.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di halaman Kantor Lurah Pananekeng sekitar pukul 08.30 Wita. Tim kemudian bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan lereng Gunung Awu.

Sekitar pukul 10.26 Wita, tim tiba di Kebun Saru Kadodo dan mendapati titik api baru yang telah membakar lahan sekitar 500 meter persegi.

Menyadari api berpotensi meluas, tim gabungan langsung mengambil langkah antisipasi dengan membuat kanal sepanjang sekitar dua meter untuk memutus jalur pergerakan api.

Upaya pemadaman kemudian dilakukan sekitar pukul 13.50 Wita. Dengan keterbatasan peralatan dan sumber air, petugas bersama pemerintah kelurahan dan relawan menggunakan ranting pohon serta bekal air seadanya untuk menjinakkan kobaran api.

Sekitar pukul 15.05 Wita, api di kawasan Kebun Saru Kadodo berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah bara masih ditemukan pada bagian pohon yang terbakar karena keterbatasan air di lokasi.

Tim selanjutnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.10 Wita untuk kembali ke Kantor Lurah Pananekeng. Seluruh rangkaian kegiatan penanggulangan karhutla berakhir sekitar pukul 16.30 Wita dalam kondisi aman dan kondusif.

Kapolsek Tahuna bersama personel dan relawan menempuh perjalanan sekitar lima kilometer dari permukiman warga menuju lokasi kebakaran. Akses menuju Kebun Saru Kadodo dilakukan melalui Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, kemudian melewati jalur perkebunan warga yang dikenal dengan nama Tate, bukan melalui jalur pendakian Pos Rimba maupun Pos Saruangeng.

Munculnya titik api baru ini menambah perhatian terhadap kondisi lereng Gunung Awu, terlebih kebakaran sebelumnya juga terjadi di sejumlah kawasan lereng gunung tersebut.

Dengan kondisi medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air, pemantauan lanjutan terhadap bara api dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali api maupun meluasnya area terdampak karhutla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.