Tiga Hari Operasi Patuh Klabat, Puluhan Motor Terjaring di Tahuna

by -383 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Sangihe menjaring puluhan sepeda motor dalam tiga hari pelaksanaan Operasi Patuh Klabat 2026. Pelanggaran didominasi penggunaan knalpot brong, kendaraan tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), tidak menggunakan helm, serta tidak dilengkapi kaca spion.

Sejak operasi dimulai pada Senin (26/10/2026), sebanyak 13 kendaraan roda dua terjaring pada hari pertama. Pada hari kedua, 10 pengendara mendapat teguran, sementara pada hari ketiga, Rabu (28/10/2026), tiga kendaraan kembali terjaring penindakan.

Operasi yang berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Tahuna ini dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Kepulauan Sangihe, IPTU Nelta Rengkung, S.Or., bersama personel gabungan dan instansi terkait.

Penindakan difokuskan pada pelanggaran kasatmata yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun mengganggu ketertiban umum.

Menurut Nelta, penggunaan knalpot brong menjadi salah satu perhatian utama karena selain mengganggu kenyamanan masyarakat, juga berpotensi disalahgunakan untuk mendukung aksi balap liar.

Selain itu, kendaraan tanpa TNKB turut menjadi sasaran penegakan hukum karena identitas kendaraan tidak dapat dikenali sebagaimana mestinya dan berpotensi disalahgunakan untuk melakukan tindak pidana.

“Selama pelaksanaan Operasi Patuh Klabat yang berlangsung selama 14 hari, prioritas utama kami adalah pelanggaran-pelanggaran kasatmata yang dapat membahayakan pengendara lainnya,” jelas Nelta.

Ia menegaskan, Satlantas Polres Kepulauan Sangihe tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin disiplin dalam berlalu lintas.

Pengendara diimbau melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan helm berstandar keselamatan, memasang kaca spion, serta memastikan kendaraan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Hal lain yang menjadi perhatian Satlantas Polres Kepulauan Sangihe adalah banyaknya pelajar yang terjaring dalam operasi tersebut. Sebagian pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran diketahui masih berusia di bawah umur.

Menyikapi kondisi itu, Nelta mengatakan pihaknya akan terus mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan dan edukasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Kami tidak bosan-bosannya selalu datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan kepada anak-anak sekolah. Kalau memang belum cukup umur, lebih baik diantar oleh orang tua atau keluarga. Kalau sudah cukup umur, agar melengkapi semua persyaratan dan kelengkapan berkendara,” tegasnya.

Operasi Patuh Klabat 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari. Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kepulauan Sangihe berharap kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga potensi kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya dapat ditekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.