Senter Dicars di Tengah Tumpukan Pakaian, Kamar di dalam Rumah Terbakar

by -33 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Kebakaran melanda salah satu kamar rumah keluarga Tahupahangeng-Gaghana di Kelurahan Akembawi, Kecamatan Tahuna Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Peristiwa ini mengakibatkan bagian kamar dan sejumlah pakaian terbakar dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp15 juta.

Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan bantuan masyarakat sekitar sebelum kebakaran meluas ke bagian rumah lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi, Emel Tahupahangeng, peristiwa bermula saat dirinya bersama sang istri, Kartina Gaghana, sedang makan di dalam rumah. Tiba-tiba, ia mencium bau seperti ada barang yang terbakar.

Merasa curiga, Emel meminta istrinya memeriksa kondisi di luar rumah untuk memastikan apakah ada tetangga yang sedang melakukan pembakaran. Namun, setelah diperiksa, tidak ditemukan aktivitas pembakaran di sekitar lokasi.

Emel kemudian naik ke lantai dua untuk mencari sumber bau tersebut. Saat memasuki salah satu kamar, ia mendapati ruangan itu telah dipenuhi asap.

Menyadari adanya kebakaran, Emel segera meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Setelah api berhasil dikendalikan, diketahui pakaian yang tersimpan di dalam keranjang di kamar tersebut telah terbakar.

Dari keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian, anak saksi bernama Ripandi Tahupahangeng diketahui sedang mengisi daya sebuah senter. Senter tersebut kemudian ditinggalkan di dalam kamar dengan posisi berada di antara tumpukan pakaian.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa kebakaran dipicu gangguan listrik saat pengisian daya senter. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel piket Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kepulauan Sangihe bersama Unit Identifikasi, Unit Resmob, serta personel piket fungsi lainnya mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas melakukan pengecekan dan pemeriksaan awal tempat kejadian perkara (TKP), mendokumentasikan kondisi lokasi, serta menghimpun keterangan saksi terkait kronologi dan dugaan sumber api.

Polisi juga melakukan pendataan terhadap bagian rumah dan barang-barang yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, kerusakan dilaporkan terbatas pada bagian kamar yang terbakar dan pakaian di dalamnya. Kerugian materiil keluarga Tahupahangeng-Gaghana diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat mengisi daya perangkat elektronik, terutama jika berada dekat bahan yang mudah terbakar seperti pakaian, kertas, atau kain.

Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan perangkat yang sedang diisi daya tanpa pengawasan serta memastikan penggunaannya sesuai petunjuk keselamatan untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan rumah. ( gustaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.