Sangihe Mendunia! Bupati Thungari Jadi Satu-Satunya Kepala Daerah RI di Forum Biodiversitas PBB Armenia

by -349 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., mengharumkan nama daerah di panggung internasional. Ia mendapat kehormatan menjadi pembicara dalam United Nations Biodiversity Conference (CBD COP17) yang berlangsung di Yerevan, Armenia, pada 19–30 Oktober 2026.

Kehadiran Bupati Thungari dalam forum internasional tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk memperkenalkan potensi, pengalaman, serta komitmen daerah kepulauan dalam menjaga kelestarian laut dan keanekaragaman hayati.

Dalam forum yang diselenggarakan organisasi internasional Rare bersama Blue Ventures dan International Collective in Support of Fishworkers (ICSF) itu, pembahasan difokuskan pada pengelolaan perikanan pesisir berbasis masyarakat serta perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Bupati Thungari disebut sebagai satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang diundang menjadi pembicara dalam forum tersebut. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan konferensi, tetapi juga membawa suara dan aspirasi masyarakat Sangihe ke hadapan komunitas internasional.

Kesempatan ini sekaligus menjadi pengakuan atas kiprah Thungari sebagai Coastal 500 Champion Indonesia, terutama dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keikutsertaan Bupati Thungari dalam konferensi tersebut sepenuhnya difasilitasi dan dibiayai oleh NGO internasional Rare sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen kepemimpinannya di bidang kelautan dan konservasi.

Pengakuan terhadap Sangihe juga diperkuat dengan capaian pada Maret 2026, ketika daerah ini berhasil menggerakkan 105 pemimpin pemerintahan lokal untuk bergabung dalam jejaring global Coastal 500.

Langkah tersebut turut berkontribusi terhadap upaya melampaui target jejaring yang menghimpun 500 pemimpin lokal dunia dengan komitmen bersama menjaga kelestarian laut.

Lebih dari sekadar kehormatan internasional, kehadiran Bupati Thungari di Armenia dinilai membuka peluang strategis bagi Sangihe untuk membangun kemitraan dengan berbagai NGO, lembaga donor, serta organisasi internasional lainnya.

Peluang tersebut diharapkan dapat menghadirkan dukungan program, pendampingan teknis, hingga akses pembiayaan untuk pengembangan sektor kelautan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Bagi Sangihe, yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan utara Indonesia, keberlanjutan laut menjadi isu strategis yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa menjaga laut berarti menjaga sumber kehidupan, jati diri, sekaligus masa depan masyarakat Sangihe.

Partisipasi dalam CBD COP17 menjadi bukti bahwa daerah kepulauan seperti Sangihe memiliki peran penting dalam percakapan global mengenai pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Dari wilayah perbatasan utara Indonesia, Thungari membawa pesan bahwa upaya menjaga laut tidak hanya menjadi tanggung jawab negara-negara besar, tetapi juga membutuhkan kontribusi nyata dari pemerintah daerah dan masyarakat pesisir.

Kini, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kepercayaan dan peluang kemitraan internasional tersebut menjadi program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kelestarian laut dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Sangihe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.