RSUD Liun Kendage Sosialisasikan Pentingnya Jaga Kesehatan Ginjal pada Hari Ginjal Sedunia

by -454 Views

Tahuna, Manadolive.co.id — Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna menggelar sosialisasi kepada masyarakat dan pasien mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal guna mencegah terjadinya gagal ginjal.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Liun Kendage, dr. Junus Rupaang, SpPD FINASIM, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh divisi ginjal rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga fungsi ginjal agar tetap sehat, khususnya bagi mereka yang berada pada usia produktif.

Menurutnya, penyakit ginjal kerap dipicu oleh berbagai kondisi kesehatan yang banyak dialami masyarakat, seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kadar asam urat yang tinggi, infeksi saluran kemih, hingga batu ginjal. Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi gagal ginjal.

“Melalui momentum Hari Ginjal Sedunia ini kami ingin mengingatkan masyarakat, baik yang sehat maupun yang memiliki faktor risiko, agar lebih peduli dalam menjaga kesehatan ginjal,” ujar dr. Junus.

Ia menjelaskan, ketika seseorang mengalami gagal ginjal, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga keluarga. Selain itu, pengobatan seperti terapi cuci darah membutuhkan biaya besar yang sebagian besar ditanggung oleh pemerintah melalui program jaminan kesehatan.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi menjadi langkah penting untuk menekan angka kasus gagal ginjal di masyarakat.

Dalam kegiatan peringatan tahun ini, RSUD Liun Kendage memfokuskan sosialisasi kepada pasien yang datang berobat maupun melakukan kontrol kesehatan di rumah sakit, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) dan pasien dengan penyakit penyerta yang berisiko terhadap gangguan ginjal.

Sebelumnya, kegiatan ilmiah berupa simposium tentang penyakit ginjal juga telah dilaksanakan di Manado dengan melibatkan para tenaga medis serta membahas keterkaitan penyakit ginjal dengan penyakit lain, seperti diabetes melitus.

dr. Junus juga berharap masyarakat tidak takut menjalani terapi pengganti ginjal seperti cuci darah apabila memang diperlukan secara medis. Ia mengungkapkan masih banyak pasien yang menolak terapi tersebut meskipun sudah dianjurkan oleh dokter.

“Sepanjang praktik saya sekitar 15 tahun di rumah sakit ini, masih ada pasien yang menolak cuci darah dan akhirnya meninggal dunia. Padahal terapi ini dapat membantu memperpanjang hidup pasien,” jelasnya.

Ia menambahkan, terapi cuci darah bukan untuk menentukan hidup atau mati seseorang, melainkan sebagai upaya medis untuk mempertahankan kualitas hidup pasien agar tetap dapat beraktivitas dan menopang keluarganya.

Bahkan, menurutnya, terdapat pasien yang telah menjalani terapi cuci darah selama lebih dari 10 tahun dan tetap dapat menjalani kehidupan dengan baik.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ruben Medea, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh RSUD Liun Kendage tersebut.

Menurutnya, edukasi kesehatan kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan, khususnya terkait pencegahan penyakit ginjal.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan sosialisasi kesehatan dapat terus digalakkan agar masyarakat lebih sadar menjaga kesehatannya sejak dini,” ujarnya. ( gustaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.