TAHUNA, ManadoLive.co.id — Tradisi dan kearifan lokal masyarakat Sangihe kembali mendapat ruang dalam pelaksanaan Ritual Adat Dalumatehu Sembanua Tahun 2026 yang digelar di Pastori Resort Tamako, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (25/9/2026).
Prosesi ritual adat yang dimulai sekitar pukul 15.00 WITA tersebut turut dihadiri Wakapolres Kepulauan Sangihe Kompol Jendri Selmanus Lewan, S.E., yang mewakili Kapolres Kepulauan Sangihe.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan daerah. Di antaranya Kepala BPBD Kepulauan Sangihe Wandu Labesi, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Kepulauan Sangihe, Kepala Dinas Pariwisata Dr. Ir. Sonny Kapal, M.M., perwakilan Dandim 1301 Sangihe, perwakilan Danlanal Tahuna, perwakilan Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Camat Tamako Ignatius Pajak Hontong, S.Pd., M.Pd., serta Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring, S.H.
Hadir pula unsur TNI, Lapas Kelas III Tamako, jajaran pemerintah kecamatan dan kampung, Ketua GMIST Resort Tamako Pdt. F. D. Talumepa, S.Th., para Kapitalaung se-Kecamatan Tamako, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Ritual Dalumatehu Sembanua diawali dengan Bawika Bera atau pembukaan, yang dipandu Anastasya Kantong dan Rama Bakti Ardiansyah. Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan pembukaan ritual oleh Ketua Dewan Adat Sangihe bersama para tetua adat.
Rangkaian adat kemudian dilanjutkan dengan Darumating atau pengantar tujuan oleh Jull Takaliuang, diselingi penampilan Tagonggong dan Giunde Menggawa II. Suasana semakin khidmat saat memasuki prosesi Tatahimokoi, berupa ungkapan relung hati yang disampaikan Manono Tolengtalang dan Rihol Malaihang.
Sejumlah kesenian tradisional Sangihe turut mewarnai kegiatan tersebut, di antaranya penampilan Grup Masamper Baitel Tamako, prosesi Dalumatehe oleh Bernhaard Pilat, serta Metipu yang dilakukan para tetua adat Sangihe dengan iringan musik Olri Manumpitaeng.
Prosesi adat juga diisi dengan menyanyikan lagu “Oh Mawu Ruata”, sebelum dilanjutkan dengan Menaghapu atau penutup oleh Jan Takasihaeng.
Pada sesi Sasaha atau penyampaian nasihat, pesan disampaikan oleh Wandu Labesi selaku perwakilan Bupati Kepulauan Sangihe serta perwakilan tamu, Dir Mama Aleta Fund-Siti Maemunah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih, doa mengidope yang dipimpin Pdt. Patras Madonsa, M.Th., makan bersama, serta Medameang yang diisi pertunjukan Masamper, Ampa Wayer, Tagonggong dan Gunde.
Selain menjadi bagian dari pelestarian tradisi, pelaksanaan Ritual Adat Dalumatehu Sembanua juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya Sangihe.
Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut sekaligus memastikan seluruh rangkaian prosesi berlangsung aman dan tertib.
Kapolsek Tamako AKP Meldy Roring, S.H. bersama personelnya melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 19.00 WITA, situasi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Ritual adat Dalumatehu Sembanua Tahun 2026 pun berakhir dengan suasana penuh kebersamaan, sekaligus menegaskan bahwa kekayaan adat dan budaya tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sangihe.












