TAHUNA, manadolive.co.id — Tak hanya memeriksa kerapian seragam dan sikap tampang, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kepulauan Sangihe mulai memperketat pengawasan terhadap personel.
Langkah itu dilakukan melalui Penegakan, Penertiban, dan Disiplin (Gaktibplin) yang menyasar anggota Polri dan PNS Polri di wilayah hukum Polres Kepulauan Sangihe, Selasa (2/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA tersebut dipimpin Kasi Propam Polres Kepulauan Sangihe, IPDA Irmawan, bersama jajaran personel Si Propam.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Personel tidak hanya dicek kelengkapan surat dan data diri, tetapi juga pakaian dinas perorangan (gampol), sikap tampang hingga senjata api (senpi) dinas.
Yang tak kalah menjadi perhatian adalah telepon seluler (HP) milik personel. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya anggota yang terlibat aktivitas judi online.
Propam juga menyoroti potensi perilaku gaya hidup hedonis di kalangan anggota. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar perilaku personel tidak berkembang menjadi pelanggaran yang dapat mencoreng institusi Polri.
“Disiplin anggota menjadi perhatian serius. Setiap personel harus mampu menjaga sikap, perilaku dan integritas, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” menjadi semangat dalam pelaksanaan Gaktibplin tersebut.
Tim Propam kemudian menyambangi Polsek Manganitu dan Polsek Tahuna untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap personel.
Tim Gaktibplin terdiri dari Kasi Propam IPDA Irmawan, Kanit Provos Si Propam AIPTU Achbayani Mangantare, S.H., Kanit Paminal AIPDA Ahmad Daeng Salasa, AIPDA Zedecia M. Papendang, BRIGADIR Michael Makawimbang, BRIPDA Andre Daling, BRIPDA Mario Item, dan BRIPDA Rion Maheda.
Kapolsek Manganitu IPTU Robert Supit dan Kapolsek Tahuna IPTU Ch. Sarite, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gaktibplin penting untuk memastikan seluruh personel tetap berada dalam koridor aturan dan disiplin yang berlaku.
Pemeriksaan semacam ini sekaligus menjadi alarm bagi setiap anggota agar tidak lengah terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak citra kepolisian.
Propam menegaskan, setiap anggota harus mampu menjadi contoh di tengah masyarakat. Sebab, sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, perilaku personel menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Gaktibplin pun diharapkan tidak berhenti sebatas pemeriksaan, tetapi menjadi langkah preventif untuk membangun budaya disiplin, profesionalisme dan integritas di lingkungan Polres Kepulauan Sangihe.







