Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kampung Barangkalang

by -328 Views

Tahuna Manadolive.co.id – Seorang pria berinisial DK (40), warga Kampung Barangkalang Lindongan IV, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ditemukan meninggal dunia di dekat sebuah kubur pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 06.00 Wita.

Korban diketahui bernama Delfianus Kaburuang alias Pojo, seorang petani kelahiran Barangkalang, 2 Desember 1985. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Musa Tatengkeng (67), warga setempat, yang baru pulang dari melaut.

 

Kapolsek Manganitu, IPTU Robert Supit, menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, sehari sebelumnya atau Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, korban terlihat duduk seorang diri di sebuah kubur yang berjarak sekitar 15 meter dari rumah Musa Tatengkeng. Malam harinya, korban masih terlihat berada di lokasi tersebut.

 

“Pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita, saksi mendapati korban sudah terbaring di tanah di samping kubur dengan kondisi wajah dipenuhi semut. Saksi kemudian memanggil keluarga korban,” ujar Kapolsek.

 

Sepupu korban, Karman Makapudi alias Opo Kari (44), yang tiba di lokasi setelah diberitahu, menyatakan saat diperiksa tubuh korban sudah dalam keadaan dingin. Ia juga melihat adanya darah yang keluar dari mulut korban. Keluarga kemudian membawa korban ke rumah duka.

Sementara itu, saksi lain, Meldiason Balance alias Edi (49), mengaku sempat bersama korban pada Jumat sore.

 

Ia mengatakan korban mengonsumsi minuman beralkohol sebelum akhirnya meminta diantar kembali ke lokasi kubur tersebut.

“Keterangan para saksi menyebutkan korban memang sering mengonsumsi minuman beralkohol, namun selama ini tidak pernah mengeluhkan sakit,” tambah Kapolsek.

 

Polsek Manganitu menerima laporan dari Kapitalaung Kampung Barangkalang sekitar pukul 06.30 Wita dan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi.

 

Sekitar pukul 08.30 Wita, dokter dan tenaga medis dari puskesmas setempat melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah di rumah duka. Pihak kepolisian juga telah mengajukan permohonan autopsi, namun keluarga menolak dan menerima kematian korban sebagai musibah. Surat penolakan autopsi pun telah dibuat.

 

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Polisi memastikan situasi di wilayah tersebut tetap aman dan kondusif. ( gustaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.