Perahu Pambut Tujuan Filipina Kecelakaan di Perairan Pulau Matutuang, Lima ABK Selamat

by -165 Views

Tahuna Manadolive.co.id — Sebuah perahu pambut bernama HONNBETH mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (26/1/2026) dini hari. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.45 WITA dan menyebabkan perahu mengalami kerusakan parah hingga tenggelam setengah badan. Seluruh awak kapal yang berjumlah lima orang dilaporkan selamat.

Kapolsek Marore, IPDA Irmawan, menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari Bhabinkamtibmas Pospol Pulau Matutuang, Aipda Feri Moniaga, berdasarkan laporan Kapitalaung Pulau Matutuang, Nurussiyanti Manderes, yang saat itu berada di Kota Tahuna.

Menurut laporan tersebut, perahu mengalami kebocoran pada bagian kiri dan kanan bodi belakang sehingga air laut masuk dan menyebabkan perahu hampir tenggelam.

Perahu tersebut dinakhodai oleh Jeogodfree Makarunggala Layang (46), warga Kecamatan Tabukan Utara, bersama empat anak buah kapal (ABK), yakni Jubener Barahama (40), Faldi Barahama (20), Jerek Paparang (28), dan Randi Barahama (23), yang merupakan warga Balut, Filipina.
Berdasarkan keterangan nahkoda, perahu bertolak dari Pulau Tinakareng, Kecamatan Nusa Tabukan, pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA dengan tujuan Pulau Balut, Filipina.

Perahu membawa muatan 29 ekor ikan tuna dan 19 ekor ikan layar. Namun sekitar pukul 20.00 WITA, pondasi mesin bagian belakang perahu terlepas dari lunas, menyebabkan bodi perahu berlubang dan air laut masuk ke dalam kapal.

Upaya penyelamatan segera dilakukan setelah nahkoda menghubungi pemilik perahu, Sarahudin Manderes, yang kemudian meneruskan permintaan bantuan kepada Kapitalaung Pulau Matutuang dan Kawio. Menindaklanjuti laporan tersebut, Aipda Feri Moniaga membangunkan warga sekitar dan mengerahkan dua unit perahu pambut untuk melakukan evakuasi.

Sekitar pukul 01.00 WITA, warga bergerak menuju lokasi kejadian dengan berpedoman pada cahaya senter dari perahu yang mengalami kecelakaan. Proses evakuasi berlangsung hingga perahu dan seluruh awak berhasil ditarik ke Pantai Pulau Matutuang pada pukul 10.10 WITA.

Kelima awak perahu dinyatakan selamat dan sementara mendapatkan bantuan konsumsi yang disediakan oleh Sekretaris Desa Pulau Matutuang, Reksan Salur. Aparat kepolisian juga telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) serta dokumentasi di lokasi kejadian.

Dalam catatan kepolisian, perahu tersebut diduga melakukan pelintasan laut secara ilegal menuju Filipina untuk menjual hasil tangkapan ikan. Kerusakan perahu diduga disebabkan oleh muatan berlebih serta kondisi kapal yang telah lama digunakan.

Dari seluruh muatan, ikan yang berhasil diselamatkan berjumlah 21 ekor tuna dan 19 ekor ikan layar. Sisa muatan rencananya akan diangkut menggunakan perahu pambut milik warga Pulau Matutuang atas nama Boyet Mamuno dengan nama perahu ALIFASTA.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat nelayan agar selalu memperhatikan kondisi kapal dan mematuhi aturan pelayaran demi keselamatan di laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.