Perahu Nelayan Asal Filipina Tenggelam, 13 ABK Selamat dan Terdampar di Perairan Pulau Kawio

by -330 Views

Tahuna Manadolive.co.id — Sebuah perahu nelayan jenis pambout berkebangsaan Filipina dilaporkan tenggelam dan hanyut hingga perairan Pulau Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Perahu bernama KM Janice tersebut diketahui membawa tujuh anak buah kapal (ABK) serta muatan 18 ekor ikan tuna. Selain itu, kapal juga menampung enam orang ABK dari kapal lain, KM Moontars, yang sebelumnya mengalami musibah tenggelam di perairan laut mati yang berbatasan dengan Kepulauan Talaud.

Berdasarkan keterangan nahkoda KM Janice, Rian Migoe (41), peristiwa bermula saat kapal mereka melakukan aktivitas penangkapan ikan sejak Minggu (8/3/2026). Saat berada di perairan laut mati, kapal mengalami kerusakan pada as yang terhubung ke baling-baling serta kehabisan bahan bakar minyak.

Dalam kondisi tersebut, awak KM Janice melihat KM Moontars yang sudah dalam keadaan tenggelam dan terbawa arus laut. Enam ABK KM Moontars kemudian berupaya menyelamatkan diri menggunakan perahu kecil (pakura) dan mendekati KM Janice untuk meminta pertolongan.

“Seluruh korban dari KM Moontars berhasil dievakuasi ke atas KM Janice,” ungkap Rian dalam keterangannya.

Namun nahas, setelah melakukan penyelamatan, KM Janice justru mengalami kondisi darurat akibat kerusakan mesin dan kehabisan bahan bakar. Kapal tersebut kemudian terombang-ambing di tengah laut dan hanyut mengikuti arus serta arah angin hingga akhirnya mencapai perairan Pulau Kawio.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Marore melalui Pos Polisi Kawio segera melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat setelah menerima laporan kejadian. Selain itu, petugas juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan dokumentasi di lokasi.

Dari hasil pendataan, seluruh 13 ABK yang terdiri dari tujuh awak KM Janice dan enam awak KM Moontars dipastikan dalam kondisi selamat. Saat ini mereka berada di Pulau Kawio untuk melakukan perbaikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan.

Analisis sementara menyebutkan, kerusakan pada KM Janice diduga disebabkan oleh patahnya as baling-baling, yang kemungkinan dipicu oleh kondisi gelombang tinggi dan angin kencang saat aktivitas penangkapan ikan berlangsung.

Sementara itu, tenggelamnya KM Moontars diduga akibat kelebihan muatan.Selain itu, diketahui kapal yang terlibat dalam peristiwa tersebut tidak dilengkapi dokumen pelayaran yang lengkap.

Polsek Marore saat ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Imigrasi dan tim Badan Keamanan Laut setempat, guna proses penanganan lebih lanjut serta pemulangan para warga negara asing asal Filipina tersebut.

Pihak Imigrasi Tahuna juga tengah menyiapkan langkah-langkah administratif untuk proses pemulangan para ABK ke negara asalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.