Pemkab Sangihe Salurkan Bantuan untuk 452 KK Terdampak Bencana Hidrometeorologi

by -149 Views

TAHUNA, MANADOLIVE.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan segera menyalurkan bantuan kepada 452 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan penyaluran bantuan tersebut akan melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe.
“Pak Bupati rencananya akan menyerahkan bantuan di Kampung Pokol, Jemaat Betel Tamako. Kemudian Pak Wakil Bupati tentunya akan menyerahkan di kampung lainnya,” kata Wandu labesi .
Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan kepada seluruh keluarga terdampak akan mulai dilakukan setelah kegiatan penyerahan secara simbolis pada Minggu. Pemerintah daerah menargetkan seluruh bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat paling lambat pekan depan.
“Setelah hari Minggu, hari Senin kita sudah akan segera mendistribusikan ke semua keluarga sebanyak 452 kepala keluarga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Diperkirakan Minggu depan kita harus selesai dengan penyerahan bantuan ini,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa beras. Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pangan lainnya, termasuk mi instan, untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Wandu Labesi berharap bantuan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberikan manfaat bagi keluarga yang terdampak.
Sementara itu, bagi warga yang mengalami kerusakan rumah akibat bencana, terutama rumah yang rusak berat maupun hilang, BPBD Sangihe masih berupaya memperoleh dukungan melalui program bantuan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Kita sementara berjuang untuk mendapatkan program dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Diharapkan untuk keluarga yang rumahnya rusak berat, terutama yang rusak berat atau rumah yang hilang, ini kita akan upayakan untuk mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Selain dampak bencana hidrometeorologi, BPBD juga masih menangani warga yang terdampak gempa bumi, khususnya di wilayah Kawio dan Matutuang. Aktivitas kegempaan yang masih dirasakan membuat sebagian masyarakat mengalami trauma dan belum berani kembali ke rumah.
Untuk keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa, sebagian masih tinggal di lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah kampung maupun menumpang di rumah keluarga.
Terkait kebutuhan makanan bagi para pengungsi, Wandu labesi mengatakan penyalurannya masih terus dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama sejumlah perangkat daerah terkait.
“Ini masih sementara dihimpun dan didistribusikan, baik dari Dinas Ketahanan Pangan maupun beberapa perangkat daerah yang terkait dengan penanganan keluarga-keluarga yang terdampak bencana,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.