Pemkab Sangihe Bergerak Cepat Pulihkan Pasca Gempa Marore, Bupati dan Forkopimda Pastikan Warga Terlayani Hingga Trauma Healing Anak

by -85 Views

Tahuna, Manadolive.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan penanganan pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Kecamatan Kepulauan Marore. Dipimpin langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah turun langsung ke wilayah terdampak guna memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, pelayanan, serta bantuan secara merata.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) berdampak pada sejumlah wilayah kepulauan terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama Kampung Kawio, Kampung Marore, dan Kampung Matutuang yang berada di kawasan perbatasan Indonesia–Filipina.

Dalam kunjungan lapangan yang dilaksanakan Kamis (11/6/2026), Bupati bersama rombongan meninjau langsung kondisi masyarakat di lokasi pengungsian, mendengar aspirasi warga, sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap langkah penanganan bencana.

“Bangunan bisa kita dirikan kembali, tetapi nyawa tidak akan pernah kembali. Kita bersyukur karena dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” ujar Thungari.

Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama Forkopimda menjadi bukti nyata bahwa negara hadir bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga yang tinggal di wilayah terluar dan perbatasan.

Bantuan Kemanusiaan Disalurkan Secara Bertahap dan Merata

Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi di lapangan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, instansi vertikal, serta dukungan sejumlah BUMN dan BUMD menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Bantuan yang diberikan meliputi tenda pengungsian, tikar, matras, beras, makanan anak-anak, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.

Pemerintah memastikan distribusi bantuan dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat, dengan perhatian khusus bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Semua warga akan mendapatkan bantuan. Bagi yang terdampak tentu porsinya lebih banyak. Dalam kondisi seperti ini, keluarga dan tetangga terdekat adalah pihak pertama yang saling membantu. Mari kita terus menjaga persatuan dan saling baku bae,” kata Bupati.

Pemulihan Tidak Hanya Fisik, Trauma Healing Jadi Prioritas

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga memberi perhatian khusus terhadap kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang mengalami dampak emosional pascagempa.

Setibanya di Pulau Kawio, pemerintah langsung menggelar kegiatan trauma healing ringan melalui metode ice breaking di tenda pengungsian. Beragam permainan edukatif dan interaktif dilaksanakan untuk membangun suasana hangat serta mengurangi rasa takut dan trauma yang dirasakan anak-anak.

 

Momentum tersebut dimanfaatkan langsung oleh Bupati Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, dan unsur Forkopimda yang turut bermain bersama anak-anak di pengungsian. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah warga menghadirkan suasana penuh kehangatan dan senyuman.

Menurut Bupati, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya membangun kembali infrastruktur tetapi juga memulihkan semangat masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah selalu hadir bersama rakyat, terutama saat menghadapi situasi yang sulit seperti ini,” ungkapnya.

Pelayanan Kesehatan dan Pendataan Kerusakan Terus Dipercepat

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menyiagakan tenaga medis secara bergilir di lokasi pengungsian untuk memastikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

 

Sementara itu, tim teknis pemerintah daerah terus melakukan verifikasi dan validasi terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan sebagai dasar percepatan penyaluran bantuan material serta rehabilitasi pascabencana.

Bupati meminta masyarakat tetap bersabar dan mendukung proses pendataan yang sedang berlangsung.

“Kami akan mempercepat pendataan sehingga bantuan material dan pembangunan kembali rumah warga dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar konstruksi tahan gempa pada proses pembangunan kembali agar rumah warga lebih aman menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kunjungan kerja diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada masyarakat terdampak.

Melalui sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat, proses pemulihan pascagempa di wilayah Kepulauan Marore diharapkan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman dan penuh optimisme.  (Advetorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.