Nelayan Kendahe Hilang Misterius, Tinggalkan Rakit Sejak Sabtu Pagi

by -237 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Seorang nelayan bernama Tosaris Tiala alias Papa Ara Tosa (61), warga Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dilaporkan hilang setelah meninggalkan rakit (pontong) miliknya pada Sabtu (24/10/2026). Hingga Senin (26/10/2026), keberadaan korban belum diketahui.

Laporan orang hilang tersebut diterima Polsek Kendahe pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Pelapor, Guslaini Dahula (53), yang merupakan pasangan korban, datang ke Mapolsek Kendahe didampingi pejabat Kapitalaung Kampung Kendahe I.

 

Kapolsek Kendahe kemudian menerima laporan tersebut dan melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menindaklanjuti hilangnya korban.

Berdasarkan keterangan saksi Febri Paraeng (48), korban terakhir kali diketahui meninggalkan rakit pada Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 10.58 WITA.

Saat itu, Febri bersama korban berada di rakit yang berjarak sekitar 2,5 mil dari garis pantai. Keduanya berada di lokasi tersebut sejak Rabu (21/10/2026).

Pada Sabtu pagi, Febri kembali ke rakit dengan membawa pesanan berupa 10 kantong es batu dan satu galon air. Ia tiba sekitar pukul 10.20 WITA.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 10.50 WITA, korban berpamitan menuju daratan dengan alasan membeli rokok karena persediaan telah habis. Korban juga berencana mengikuti ibadah pada Minggu yang dijadwalkan berlangsung di rumahnya.

Namun, setelah meninggalkan rakit, korban sempat kembali karena telepon genggamnya tertinggal. Febri kemudian mengambil dan menyerahkan ponsel tersebut kepada korban.

Setelah menerima ponselnya, korban kembali berangkat menuju daratan. Febri mengaku sempat mendengar korban mengatakan waktu kurang dua menit menuju pukul 11.00 WITA atau sekitar pukul 10.58 WITA.

Kejanggalan mulai terungkap pada Senin pagi, ketika Febri kembali dari rakit menuju Kampung Kendahe I sekitar pukul 08.00 WITA.

Setibanya di pesisir, Febri tidak melihat perahu jenis Pamo milik korban. Ia kemudian bertanya kepada Anderson Saselah, adik ipar korban, mengenai keberadaan Papa Ara Tosa.

Febri selanjutnya bertemu dengan Guslaini Dahula dan menanyakan keberadaan korban. Guslaini menjawab bahwa suaminya belum pulang dan masih berada di rakit.

Mendengar jawaban tersebut, Febri langsung menyampaikan bahwa korban sebenarnya telah meninggalkan rakit sejak Sabtu pagi.

Informasi itu membuat Guslaini terkejut. Ia kemudian menghubungi pemerintah kampung sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kendahe.

Dalam keterangannya kepada polisi, Febri juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat berada di rakit pada Sabtu cukup buruk.

Menurutnya, daratan Sangihe bahkan tidak terlihat karena tertutup kabut atau asap. Febri menjelaskan, saat itu korban sempat menghubungi Jhon Tamalawe, pemilik perahu soma, untuk menyampaikan bahwa ikan di sekitar rakit sudah waktunya dipanen. Perahu soma disebut dijadwalkan datang pada Minggu malam.

Namun, ketika perahu soma tiba, korban sudah tidak berada di rakit sehingga proses panen ikan tidak dapat dilakukan.

Febri sendiri memutuskan kembali ke daratan pada Senin karena persediaan makanan mulai menipis dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan rakit tersisa sekitar lima liter.

Sementara itu, menurut keterangan Febri, perahu Pamo milik korban yang digunakan untuk menuju rakit memiliki panjang sekitar delapan meter, berwarna biru pada bagian bawah dan putih bergaris merah pada bagian atas, serta dilengkapi dua mesin berkekuatan masing-masing 15 PK.

Febri juga menyebutkan bahwa saat terakhir kali meninggalkan rakit pada Sabtu, kondisi bahan bakar perahu Pamo dalam keadaan penuh.

Polsek Kendahe telah menerima laporan kehilangan, melakukan pengumpulan bahan keterangan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Tosaris Tiala alias Papa Ara Tosa masih belum diketahuiPihak kepolisian terus melakukan penelusuran berdasarkan keterangan saksi dan informasi yang diperoleh untuk mengetahui keberadaan nelayan tersebut.

Peristiwa ini menyisakan tanda tanya bagi keluarga dan masyarakat setempat, mengingat korban diketahui telah meninggalkan rakit sejak Sabtu pagi, tetapi tidak kunjung tiba di rumah maupun kembali ke lokasi rakitnya. ( gustaf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.