Nelayan Asal Sitaro Ditemukan Selamat Setelah Hanyut Dua Hari di Laut Akibat Kerusakan Mesin

by -73 Views

Tahuna Manadolive.co.id – Seorang nelayan asal Kampung Kanang, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), ditemukan selamat setelah hanyut selama hampir dua hari di laut akibat kerusakan mesin perahu yang digunakannya untuk melaut.

Korban diketahui bernama Djemi Talingkase (63). Ia ditemukan pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 07.30 WITA oleh nelayan Kampung Ngalipaeng II, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Krestian Adipati, saat sedang melaut di perairan sekitar kampung tersebut..

Kapolsek Manganitu Selatan, IPDA Harmen Kontu, menjelaskan bahwa penemuan korban bermula ketika Krestian melihat sebuah benda yang terombang-ambing di tengah laut. Awalnya benda tersebut dikira rakit yang hanyut. Namun karena merasa curiga, ia kemudian mendekati benda tersebut menggunakan perahunya.

“Setelah berada di dekat lokasi, saksi melihat bahwa benda tersebut merupakan sebuah perahu katinting yang ditumpangi seorang nelayan.

Setelah berkomunikasi, diketahui bahwa nelayan tersebut adalah Djemi Talingkase yang hanyut akibat mengalami kerusakan mesin perahu,” ujar IPDA Harmen Kontu.

Setelah memastikan kondisi korban, Krestian kemudian menggandeng perahu katinting tersebut menuju Pelabuhan Kampung Ngalipaeng. Keduanya tiba dengan selamat di pelabuhan sekitar pukul 08.00 WITA.

Berdasarkan keterangan korban, ia berangkat melaut pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di perairan sekitar Pulau Sanggaruang. Namun sekitar pukul 17.00 WITA, saat hendak kembali ke darat, cuaca tiba-tiba memburuk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan mesin perahu basah akibat terjangan ombak dan tidak dapat dihidupkan kembali. Korban sempat berupaya memperbaiki mesin, namun usahanya tidak berhasil.

Tanpa alat bantu dan dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat, korban akhirnya terbawa arus laut hingga hanyut ke perairan Kampung Ngalipaeng. Setelah hampir dua hari terombang-ambing di laut, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Bhabinkamtibmas setempat telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket), berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Ngalipaeng II, serta menghubungi pihak keluarga korban di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Diketahui, saat kejadian kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut dipengaruhi angin kencang dari arah selatan yang menyebabkan gelombang laut cukup tinggi. Selain itu, faktor usia korban yang telah mencapai 63 tahun turut menjadi perhatian dalam proses penanganan dan evakuasi.

Rencananya, pada hari yang sama korban bersama perahu katinting miliknya akan kembali ke Kabupaten Kepulauan Sitaro bersama keluarganya menggunakan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lokong Banua melalui Pelabuhan Pananaru.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut, guna meminimalisasi risiko kecelakaan di laut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.