Tahuna manadolive.co.id– Seorang nelayan asal Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dilaporkan hanyut hingga terdampar di Pulau Saranggani, Filipina, setelah perahu pamboat yang digunakannya mengalami kerusakan mesin saat berlayar menuju Kota Tahuna.
Korban diketahui bernama Daniel Takarenguang (47), warga Lindongan I, Kampung Kawio. Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kapolsek Marore, IPDA Eddy Wanihi, S.H., pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.
Berdasarkan keterangan istri korban, Mazda Sarusa, Daniel berangkat dari Kampung Kawio menuju Tahuna pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 05.00 Wita menggunakan perahu pamboat miliknya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Namun di tengah perjalanan, mesin perahu mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dikendalikan dan hanyut terbawa arus hingga memasuki wilayah Pulau Saranggani, Filipina.
Keberadaan korban pertama kali diketahui pihak keluarga melalui unggahan di media sosial Facebook. Anak korban, Ayrene Takarenguang, melihat foto ayahnya bersama perahu yang terdampar di Pulau Saranggani pada Rabu sekitar pukul 11.30 Wita. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Daniel berada dalam keadaan selamat meski perahunya mengalami kerusakan mesin.
Setelah memperoleh informasi tersebut, Ayrene segera menghubungi Kapolsek Marore untuk melaporkan kejadian yang dialami ayahnya.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Marore bersama personel langsung melakukan penyelidikan awal dengan meminta keterangan dari keluarga korban serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kampung Kawio, Pos Imigrasi Marore, Pos TNI AL Marore, dan Petugas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Marore.
Dari hasil koordinasi, pihak Imigrasi Filipina telah menghubungi Pos Imigrasi Marore dan mengonfirmasi bahwa Daniel saat ini berada di rumah salah seorang warga di Pulau Saranggani dalam kondisi sehat. Sementara itu, perahu pamboat milik korban telah diamankan di pantai.
Saat ini korban masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh aparat Kepolisian serta Imigrasi Filipina sebelum proses penanganan selanjutnya dilakukan. Perkembangan kasus tersebut terus dikoordinasikan oleh instansi berwenang di Indonesia dan Filipina.
Hasil pendalaman sementara juga mengungkapkan bahwa saat kejadian kondisi cuaca di perairan Kepulauan Marore kurang bersahabat. Gelombang tinggi disertai angin kencang dari arah selatan menyebabkan perahu yang mengalami kerusakan mesin tidak mampu dikendalikan hingga hanyut melintasi perairan perbatasan menuju wilayah Filipina.
Hingga kini, pihak keluarga bersama Pemerintah Kampung Kawio masih menunggu informasi lebih lanjut dari instansi terkait mengenai mekanisme pemulangan Daniel Takarenguang ke Indonesia.







