MANADOLIVE.CO.ID, BOLTIM- Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto merasa kecewa terhadap penyelenggara Mooat Horticulture and Culture Festival (MHF) 2023 yang dilaksanakan, di Wisma Danau Mooat, Kamis 2 November 2023.
Bupati mengungkapkan kekecewaanya kepada Panitia pelaksana MHF karena perencanaan kegiatan belum benar-benar siap, namun sudah dilaksanakan.
Semula Bupati merasa gembira dengan tujuan MHF yang dilaksanakan di tempat Wisata Danau Mooat karena bisa memperkenalakan Wisata Danau Mooat di Sulawesi Utara bahkan di seluruh Indonesia.
Diselenggarakanya kegiatan MHF, ada ribuan pengunjung yang datang melihat keindahan Danau Mooat. Selain itu, MHF juga merupakan kegiatan berbagi berkat, yakni momentum ucapan syukur manusia kepada tuhan atas melimpahnya hasil pertanian di Kecamatan Mooat.
Selain itu MHF juga merupakan momentum penyadaran akan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya sebagai jati diri bangsa khususnya nilai-nilai adat istiadat budaya terutama budaya Minahasa.
Bupati Sachrul mengaku, kegiatan MHF terbilang sukses dan meriah, namun ada kekecewaan yang dirasakan Bupati karena Panitia tidak mempersiapkan segalah sesuatu dengn baik, namun sudah melaksanakan kegiatan.
Menurut Bupati, kegiatan MHF membuat banyak orang terganggu karena menyebabkan kemacetan lalulintas yang cukup panjang.
Pun Bupati dalam perjalanan menuju kegiatan juga terjebak macet. Bahkan Bupati sempat meminta maaf kepada Istri dan anak-anaknya karena harus berdiam dimobil selma 2 jam lamanya untuk bisa tiba ke tempat pelaksanaan kegiatan.
Tetapi yang membuat Bupati merasa kecewa dan sedih, karena kegiatan MHF banyak orang lain yang terganggu.
“Tadi saya merasa sedih ketika melihat ada orang yang buruh-buruh karena sakit, namun harus terlambat berjam-jam untuk tiba di rumah sakit,” urai Bupati.
“Ini menandakan bahwa kegiatan belum siap betul namun panitia sudah melaksanakannya”.
Memang benar kemacetan ini membuktikan bahwa meriahnya kegiatan MHF karena antusiasme masyarakat yang datang dikegiatan ini. “Tetapi jangan lupakan bahwa kepentingan orang lain diatas segala-galanya”.
“Apa gunaya gembira dan bersenang-senang di tempat ini sementara ada orang lain yang perjalanannya terganggu karena kegiatan besar ini,” terang Bupati.
Untuk itu Bupati berharap agar pelaksnaan MHF kedepan, bisa dipersiapkan dan direncanakan dengan baik, lalu kemudian dilaksanakan.
Bupati juga menegaskan bahwa akan mengevaluasi penaggung jawab kegiatan yakni Panitia pelaksana dan penanggungjawab wilayah.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi kepada penanggungjawab wilayah, yakni Ibuk Camat, para Sangadi dan Dinas yang terkait,” Tegas Bupati.
Penulis: Awi Alopa













