Mayat Ditemukan di Sungai Balane, Polisi Pastikan Korban Warga Kampung Lesabe

by -47 Views

Tahuna, Manadolive.co.id – Warga Kampung Bukide, Kecamatan Tabukan Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di Sungai Balane, Kamis (15/1/2026) dini hari. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh di tepi kanan sungai.

Kapolsek Tabukan Selatan IPTU Budiyanto Salindeho menjelaskan, penemuan mayat pertama kali diketahui sekitar pukul 04.00 WITA oleh seorang warga bernama Roy Max Lambiu bersama empat rekannya saat sedang mencari udang dan belut di sungai tersebut.
Menurut keterangan saksi, mereka berangkat dari Kampung Bukide sekitar pukul 21.15 WITA dan tiba di Sungai Balane sekitar pukul 22.30 WITA.

Saat menyusuri sungai ke arah hulu dengan menggunakan senter kepala, para saksi melihat sesosok mayat di pinggir sungai. Mengetahui hal tersebut, mereka langsung kembali ke kampung dan melaporkan kejadian itu kepada Penjabat Kapitalaung Bukide, Alfrests Makatindu, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Tabukan Selatan.

Sekitar pukul 08.05 WITA, personel Polsek Tabukan Selatan bersama anggota Koramil 1301-09 Tabukan Selatan, pemerintah kampung, pihak Resort Tabukan Selatan, masyarakat, serta keluarga korban mendatangi lokasi kejadian yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari Kampung Bukide.

Berdasarkan ciri-ciri pakaian, barang bawaan, dompet, serta sebuah Alkitab yang ditemukan bersama korban, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah G.K. (74), warga Kampung Lesabe I, Kecamatan Tabukan Selatan.

Diketahui, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 16 Desember 2025. Saat itu, korban bersama anaknya dan sejumlah warga lainnya berjalan kaki pulang dari ibadah Natal Pelayan Keluarga di Kampung Bukide.

Dalam perjalanan, korban berjalan lebih dulu, sementara anaknya sempat berhenti menunggu temannya. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung tiba di rumah sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak laporan orang hilang diterima, melibatkan Polsek Tabukan Selatan, Koramil, masyarakat, hingga Basarnas Sangihe pada 19–23 Desember 2025. Bahkan pada 3 Januari 2026, Majelis Pimpinan Sinode GMIST yang dipimpin Ketua Umum Pdt. Dr. Welman Boba turut bergabung dalam pencarian serta menggelar doa bersama.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dari lokasi kejadian dan tiba di rumah duka keluarga Mandoko–Kahembau di Kampung Lesabe I sekitar pukul 10.50 WITA. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat (16/1/2026).

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya mengamankan lokasi kejadian, mengevakuasi korban, mengumpulkan bahan keterangan, melakukan dokumentasi identifikasi, serta membuat berita acara penolakan autopsi. Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.
Berdasarkan hasil analisa awal kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak pidana.

Dugaan sementara, korban yang telah lanjut usia mengalami kelelahan dan tidak mampu melewati jalur potong dengan medan yang cukup berat menuju Kampung Lesabe.

Polsek Tabukan Selatan juga akan terus melakukan pendekatan dan imbauan kepada keluarga korban guna mencegah berkembangnya informasi yang tidak benar terkait peristiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.