TOMOHON, MANADOLIVE.CO.ID— Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado, Patta Helena, menyampaikan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam meningkatkan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya melalui penguatan program pembinaan kemandirian. Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Perempuan Kelas IIB Manado, Senin (17/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Patta Helena menyampaikan bahwa pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sebanyak 54 orang WBP Lapas Perempuan Kelas IIB Manado menerima Remisi Umum. Pemberian remisi merupakan salah satu bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan WBP selama mengikuti proses pembinaan.
Selain itu, Patta Helena menekankan pentingnya perhatian dan dukungan dari masyarakat maupun pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan, khususnya pembinaan kemandirian bagi WBP. Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan agar berbagai keterampilan yang diperoleh WBP selama menjalani masa pidana dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Warga binaan kami bisa mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat atau pemerintah daerah untuk meningkatkan dan mengembangkan kemandirian mereka, karena untuk hal ini tentunya diperlukan perhatian dari kita bersama,” ungkap Patta Helena.
Ia menjelaskan bahwa Lapas Perempuan Manado terus berupaya memberikan berbagai pelatihan keterampilan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Melalui pembinaan tersebut, WBP diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
Patta Helena juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung program pembinaan bagi WBP. Sinergi antara Lapas, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dinilai penting dalam menciptakan kesempatan dan ruang bagi WBP untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Harapannya, setelah kembali ke masyarakat, warga binaan dapat memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh, menjadi lebih mandiri, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembinaan dan dukungan dari berbagai pihak, Lapas Perempuan Kelas IIB Manado berkomitmen untuk terus mendorong proses reintegrasi sosial WBP agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bertanggung jawab. ( edel)












