TAHUNA, ManadoLive.co.id — Kebakaran lahan terjadi di kawasan perkebunan kelapa Dusun Mangehese, Lindongan V, Kampung Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Api sempat membesar dan meluas hingga ke bagian pinggiran kebun sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas bersama warga.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Feri Makapedame (42), seorang petani asal Kampung Raku, Kecamatan Tabukan Utara. Saat melintas dalam perjalanan pulang dari kebun, ia melihat sejumlah titik api yang menyala di kawasan Dusun Mangehese.
Kobaran api terlihat semakin membesar dan mulai merambat ke bagian pinggiran kebun. Melihat kondisi tersebut, Feri kemudian menghubungi warga di sekitar lokasi sekaligus melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib.
Sementara itu, Muhamad Jaber Maharung (40), petani yang bekerja di kebun kelapa tersebut, mengaku sebelumnya melihat api masih dalam kondisi kecil di bagian bawah kebun.
Sekitar pukul 11.30 WITA, Jaber meninggalkan lokasi bersama rekannya, Ahmat Rifki Manossoh, setelah mendapat panggilan dari pemilik kebun, Dedi Takapulungan, untuk membantu mengangkat buah kelapa di kebun lainnya yang berada di Dusun Lebuhe, Kampung Utaurano.
Jaber kemudian mengetahui kebakaran terjadi di lokasi kebun yang dikelolanya setelah mendapat informasi dari masyarakat. Ia bersama pemilik kebun segera kembali ke lokasi dan membantu petugas melakukan pemadaman.
Personel Polsek Tabukan Utara bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP dan masyarakat berjibaku memadamkan kobaran api.
Berkat upaya bersama, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WITA. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Polsek Tabukan Utara juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.
Pemerintah Kecamatan Tabukan Utara turut mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran maupun membuat api sembarangan di kawasan perkebunan dan lahan kering.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat Kampung Utaurano mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pentingnya mencegah munculnya titik api.
Pihak kepolisian masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.








