Tahuna, manadolive.co.id — Keluarga Besar Kelompok Pelayanan (KP) III GMIST Jemaat Imanuel Tahuna menggelar ibadah pra-Natal sebagai bagian dari persiapan rohani menyambut Hari Raya Natal. Ibadah berlangsung di kediaman Keluarga Tucunan–Paraeng dan dipimpin oleh Pendeta Archeli Katamang Mai, S.Th., dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Ibadah yang diikuti oleh seluruh anggota KP III ini diawali dengan pembacaan Alkitab dari Injil Matius 1:18–25, yang mengisahkan kelahiran Yesus Kristus serta keteladanan iman Yusuf dalam menaati kehendak Allah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Archeli Katamang Mai menekankan pentingnya iman dan kepercayaan penuh kepada Allah dalam menghadapi berbagai pergumulan hidup, khususnya dalam kehidupan berkeluarga. Ia mencontohkan sikap Yusuf yang memilih taat kepada kehendak Allah meski berada dalam situasi sulit dan penuh ketidakpastian.
Menurutnya, teladan iman Yusuf menjadi pembelajaran berharga bagi setiap keluarga Kristen agar tidak mengambil keputusan berdasarkan kehendak pribadi semata, melainkan bersandar pada tuntunan Tuhan. Ia menegaskan bahwa dalam kehidupan keluarga, tekanan dan persoalan sering kali datang tanpa solusi yang jelas, namun umat diajak untuk tetap percaya bahwa Allah senantiasa hadir dan menyertai.
Pendeta Archeli juga mengingatkan bahwa keluarga Kristen dipanggil untuk menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan. Kerendahan hati, kesetiaan, serta kesediaan untuk terus bergumul dalam doa dinilai sebagai kunci menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Pada bagian akhir khotbah, jemaat diingatkan akan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga melalui penerapan tiga kata sederhana namun bermakna, yakni “terima kasih”, “tolong”, dan “maaf”, sebagai wujud kasih, penghargaan, dan kerendahan hati dalam kehidupan bersama.
Sementara itu, dalam sambutan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (P2HMG) GMIST Jemaat Imanuel Tahuna, Ketua Mariani Kuheba menyampaikan pesan Natal bahwa perayaan Natal bukan sekadar formalitas ibadah, melainkan momentum refleksi dan introspeksi diri sebagai umat yang hidup dalam kasih Kristus. Ia juga menyoroti berbagai persoalan sosial dalam keluarga, seperti kekerasan dan perceraian, yang menjadi tantangan bagi umat Kristen untuk melakukan tindakan nyata sebagai saksi Kristus.
Ibadah pra-Natal ini turut dimeriahkan oleh pelayanan dari Pelka Anak KP III GMIST Jemaat Imanuel Tahuna. Selain itu, dalam rangkaian perayaan tersebut juga diserahkan bantuan diakonia kepada warga kelompok sebagai wujud kepedulian dan kasih terhadap sesama.
Koordinator KP III GMIST Jemaat Imanuel Tahuna, Penatua Merry Paparang Pilat, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaat dan pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ibadah pra-Natal dapat berlangsung dengan baik dan penuh sukacita.
Ibadah pra-Natal ini menjadi momentum penguatan iman bagi jemaat KP III GMIST Jemaat Imanuel Tahuna dalam menyambut perayaan Natal, sekaligus memperteguh komitmen membangun keluarga yang berlandaskan kasih dan kepercayaan kepada Tuhan. ( gustaf)







