DPRD Sulut Diapresiasi Karena Dukung Pertambangan Rakyat

by
Screenshot

Manado, MANADOLIVE. CO.ID- Pansus Pajak dan Retribusi Daerah melaksanakan rapat FGD sekaligus menuntaskan pembahasan sebelum diparipurnakan menjadi perda.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Vonny Paat di dampingi,Wakil Ketua Pansus Louis Carl Scramm, dan Wakil Ketua Royke Anter, serta anggota pansus, Berty Kapojos, Jeane Laluyan, Toni Supit, Haslinda Rotinsulu, Amir Liputo, Nick Lomban, Roy Roring.

Dalam lanjutan pembahasan terakhir ini, Pansus kembali menghadirkan para penambangan Rakyat. Salah satunya Ketua koperasi Pertambangan Rakyat Batu Api Talawaan Minut Veni Kompo SH, kembali hadir dalam pembahasan terakhir terkait Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah.

Dengan tuntasnya pembahasan bersama Pansus, Veni Kompo memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang betul-betul komit dengan pertambangan rakyat.

“Mewakili penambang Rakyat saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provisi dalam hal ini Gubernur Mayjen TNI (purn) Yulius Selvanus dan DPRD Sulut yang sangat mendukung pertambangan Rakyat,”tegas Kompo yang selain sebagai Ketua Koperasi pertambangan Rakyat Batu Api Talawaan, ia juga berprofesi sebagai salah satu pengacara sukses di Sulawesi Utara.

Meskipun dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah ada kepedulian kepada para penambang rakyat, dalam kesempatan di pembahasan akhir Kompo mengusulkan untuk pajak retribusi pertambangan rakyat tetap sebesar 2 persen, seperti yang telah disepakati pembahasan lalu bersama dengan Pansus.

“Untuk pajak retribusi pertambangan rakyat kami bertetap pada usulan yang lalu yaitu dua persen. Sedangkan untuk pengelolaan lingkungan sebesar 10 juta,”ungkap Kompo.

Dan pada kesempatan itu juga ia meminta anggota DPRD yang masuk dalam Pansus untuk sama-sama mengawal apa yang telah disepakati bersama.

Pada kesempatan itu juga Veni Kompo membeberkan Koperasi Pertambangan Rakyat Batu Api Talawaan terbilang paling baik di Sulut.

“Karena sejak tahun 2012 merupakan pertambangan Rakyat pertama yang memiliki ijin sehingga menjadi pilot project di Sulut bahkan di Indonesia dengan didampingi beberapa kementerian. Kami juga diberikan prestasi oleh pemerintah Indonesia karena mampu bekerjasama dengan pembelian emas melalui Pegadaian. Serta berapa kali diundang oleh Kementerian ESDM dan Perekonomian. Bahkan Koperasi Batu Api Talawaan sering dikunjungi oleh koperasi-koperasi pertambangan baik dalam daerah seperti Boltim untuk melakukan studi banding,”pungkas Kompo dalam pembahasan tersebut.

(*/rosita)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.