Diterpa Angin Selatan, Api Membesar dan Lahap 4 Hektare Lahan di Pulau Para

by -356 Views

Tahuna , ManadoLive.co.id — Kebakaran lahan terjadi di Kampung Para 1, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (15/8/2026). Kebakaran melanda lahan milik keluarga Manope-Untu dan keluarga Waluko-Tendeng.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.50 Wita. Api diduga berasal dari sisa pembakaran daun kelapa yang dilakukan warga saat memanen kelapa sehari sebelumnya.

Berdasarkan keterangan saksi S. Budiman, Kepala Sekolah SD Filadelfia Apeng Lawo, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 16.30 Wita, sejumlah warga Kampung Para melakukan panen kelapa di Lindongan II, Pantai Rano, Kampung Para 1.

Saat kegiatan tersebut, warga membakar daun kelapa yang telah mengering. Setelah selesai memanen sekitar pukul 17.30 Wita, warga meninggalkan lokasi untuk kembali ke rumah. Namun, masih terdapat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya padam.

Kondisi tersebut kemudian diperparah hembusan angin selatan pada Sabtu siang. Api kembali membesar dan menjalar hingga membakar lahan milik keluarga Manope-Untu dan keluarga Waluko-Tendeng.

Petugas bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Sekitar pukul 16.30 Wita, api berhasil dipadamkan. Meski demikian, masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan sekitar empat hektare lahan terbakar. Selain itu, satu unit para-para kopra dan sekitar 30 batang pipa air kampung turut terdampak.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material masih dalam pendataan.

Pihak kepolisian menduga titik awal kebakaran berasal dari kebun milik seorang warga bernama Tegasno Sumahe. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran.

Kapolsek Tamako bersama jajaran telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan melakukan pengumpulan bahan keterangan dari masyarakat maupun saksi terkait peristiwa tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat Kampung Para 1 agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama dalam kondisi angin kencang, karena dapat memicu meluasnya kebakaran.

Penanganan kebakaran di Pulau Para juga menghadapi kendala keterbatasan air. Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat masih terbatas, sehingga warga berharap adanya hujan dengan intensitas tinggi untuk membantu memenuhi kebutuhan air sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran lahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.