Ditanya Media Soal Duduk di Barisan Belakang TIFF 2026, Osco: ” Tidak apa-apa, saya orang Sulut

by -86 Views

TOMOHON, SULAWESI UTARA

Osco Olfriady Letunggamu memberikan tanggapan dengan santai dan diplomatis ketika sejumlah awak media menanyakan pengalamannya menghadiri Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026.

Saat berbincang bersama awak media di Tomohon, Minggu (9/8/2026), Osco menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan TIFF tahun ini. Menurutnya, TIFF 2026 berlangsung sangat baik dan didukung kondisi cuaca yang sangat bersahabat.

“Acaranya sangat bagus. Cuaca juga sangat mendukung. Antusiasme masyarakat luar biasa dan tentunya ini sangat baik untuk Tomohon dan Sulawesi Utara,” ujar Osco.

Osco hadir dalam TIFF 2026 dalam kapasitasnya sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi. Dalam kesempatan tersebut, ia hadir bersama lima orang koleganya, perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda serta sahabatnya yang datang dari Inggris (United Kingdom).

Kehadiran mereka sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Tomohon dan Sulawesi Utara kepada jejaring internasional. Osco selama ini mendorong agar TIFF tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat daerah, tetapi juga semakin dikenal oleh komunitas internasional.

Tak hanya hadir, Osco juga memberikan dukungan nyata terhadap TIFF 2026 dengan mensponsori Float Besar GEKRAFS yang ikut tampil dalam parade. Float tersebut mengangkat semangat Collaboration of Spirit dengan memadukan kreativitas lokal, persahabatan Indonesia–Belanda, serta semangat kolaborasi ekonomi kreatif.

Media Pertanyakan Posisi Duduk Osco

Dalam perbincangan tersebut, sejumlah awak media kemudian mempertanyakan posisi tempat duduk Osco saat parade berlangsung. Meski hadir sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Sulawesi bersama perwakilan Kedutaan Belanda dan tamu dari Inggris, Osco terlihat berada di barisan belakang, sementara sejumlah duta besar dan perwakilan konsuler negara sahabat ditempatkan di barisan depan.

Ketika ditanyakan mengenai hal tersebut, Osco memilih tidak mempermasalahkannya.

“Saya juga tidak tahu. Tetapi tidak apa-apa. Duduk di belakang justru bagus, karena saya bisa melihat float yang lewat dengan lebih jelas,” jawab Osco sambil tersenyum.

Jawaban tersebut membuat suasana perbincangan bersama awak media tetap santai. Osco memilih melihat persoalan protokoler tersebut dari sisi positif dan tidak menjadikannya sebagai polemik.

Awak media juga menyinggung momen ketika sejumlah perwakilan negara sahabat diperkenalkan oleh pembawa acara dan diajak mengikuti prosesi simbolis membunyikan satu nada kolintang. Dalam kesempatan tersebut, Osco tidak turut dipanggil bersama sejumlah duta besar dan perwakilan konsuler lainnya.

Osco kembali memberikan jawaban sederhana.

“Tidak apa-apa, saya kan orang Sulawesi Utara. Kolintang sudah diperkenalkan kepada saya sejak kecil oleh ayah saya yang berasal dari Sulawesi Utara. Jadi kolintang bukan sesuatu yang asing bagi saya,” ungkapnya.

Menurut Osco, kehadirannya di TIFF bukan mengenai posisi tempat duduk, penyebutan nama, ataupun keterlibatan dalam sebuah seremoni. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana TIFF terus berkembang menjadi kebanggaan masyarakat Tomohon dan menjadi salah satu jendela Sulawesi Utara kepada dunia.

“Yang paling penting TIFF sukses, masyarakat senang, pelaku ekonomi kreatif mendapatkan ruang, dan semakin banyak orang dari luar Sulawesi Utara maupun luar negeri mengenal Tomohon. Itu yang harus kita dukung bersama,” katanya.

Perbincangan Osco bersama awak media berlangsung hangat, terbuka, dan penuh canda tawa. Di tengah berbagai pertanyaan mengenai perlakuan protokoler yang diterimanya, Osco tetap memilih tidak menyalahkan panitia maupun pihak tertentu.

Sebaliknya, ia mengembalikan pembicaraan kepada keberhasilan TIFF serta kebanggaannya sebagai putra Sulawesi Utara.

“Saya berasal dari Sulawesi Utara. Jadi bagi saya tidak ada masalah. Yang terpenting kita semua hadir untuk mendukung Tomohon dan Sulawesi Utara supaya semakin dikenal dunia,” tutup Osco.

Jamuan Hangat untuk Sahabat dari Belanda dan Inggris

Usai mengikuti rangkaian TIFF, Osco kemudian mengajak para sahabatnya dari Belanda dan Inggris menikmati makan siang di Kai Meya, Tomohon, salah satu lokasi yang menawarkan panorama alam khas pegunungan Sulawesi Utara.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Osco menjamu para tamunya sekaligus memperkenalkan lebih dekat keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan kuliner dan pariwisata Tomohon.

Makan siang tersebut turut dihadiri sahabat Osco, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur Argo Vinsensius Sumaiku, bersama istri dan anaknya. Pertemuan berlangsung informal, hangat, dan penuh percakapan mengenai Sulawesi Utara.

Bagi Osco, membawa sahabat dan kolega internasional datang langsung menikmati Tomohon merupakan salah satu cara sederhana untuk memperkenalkan Sulawesi Utara kepada dunia.

“Kalau kita ingin Sulawesi Utara semakin dikenal dunia, kita juga harus mengajak sahabat-sahabat kita dari luar negeri datang, melihat sendiri keindahan daerah kita, menikmati makanannya, dan merasakan langsung keramahan masyarakatnya,” ujar Osco.

Kebersamaan tersebut menjadi penutup rangkaian TIFF yang hangat bagi Osco dan para sahabatnya. Dari parade bunga hingga makan siang dengan panorama Tomohon, ia berharap setiap tamu yang datang membawa pulang kesan positif tentang Sulawesi Utara dan suatu hari kembali berkunjung. ( edel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.