BOLMONG – Kondisi musim kemarau yang melanda Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang sudah memasuki bulan ke-empat telah mengakibatkan krisis air bersih di beberapa kecamatan.
Kekeringan paling parah terjadi di Wilayah Kecamatan Poigar dan Kecamatan Pesisir Utara Bolmong, dimana hampir seluruh sumur gali dan sumur bor milik masyarakat mengalami kekeringan. Masyarakat setempat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air untuk konsumsi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bolmong sejak senin 19 Oktober dan selasa 20 Oktober 2026 Tim TRC BPBD telah melakukan langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki air BPBD di desa Tanjung Mariri 1 dan Desa Mariri 2.
Untuk besok rabu tanggal 21 Oktober BPBD melayani Penyaluran air bersih di Desa Nonapan Baru Kecamatan Poigar dan di wilayah utara. Dampak serupa juga dirasakan di Kecamatan Passi Barat khususnya Desa Wangga akan disalurkan pada hari yang sama sore besok di kedua desa tersebut, dapat dilaporkan pula bahwa hasil koordinasi pembagian tugas dengan PDAM Bolaang Mongondow bahwa kamis tanggal 22 Oktober PDAM Bolmong akan menyalurkan air bersih di desa inobonto Kecamatan Bolaang dikarenkan sumur warga sudah mengering dan tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan sehari-hari.
BPBD dan PDAM Bolaang Mongondow akan terus melakukan pemantauan dan pendistribusian air bersih secara bertahap sesuai skala prioritas dan permintaan dari pemerintah kecamatan dan desa.
Kepala BPBD Bolmong, Candra Mokoginta, menyampaikan bahwa tim reaksi cepat (TRC) telah menyalurkan air bersih sejak Senin, 19 Oktober, hingga Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut Candra, BPBD Bolmong menjadwalkan penyaluran air bersih ke Desa Nonapan Baru, Kecamatan Poigar, dan Desa Wangga, Kecamatan Passi Barat, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
“Selanjutnya, berdasarkan koordinasi pembagian tugas antara BPBD dan PDAM Bolmong, distribusi air bersih ke Desa Inobonto, Kecamatan Bolaang, dijadwalkan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Sumur warga di desa tersebut dilaporkan telah mengering dan tidak lagi bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Candra Mokoginta menegaskan bahwa pemantauan dan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta permintaan dari pemerintah kecamatan dan desa.
Upaya ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
Pemerintah daerah juga terus mengoordinasikan penanganan di lapangan agar bantuan dapat menjangkau desa-desa yang paling membutuhkan.***








