BOLMONG – Suasana damai tercipta dalam deklarasi perdamaian antara Desa Abak dan Desa Bombanon, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, SE., M.Si., hadir langsung dan menegaskan kepada seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi pasca konflik.
Bupati meminta agar seluruh barang senjata tajam (Sajam) seperti tombak, peda, dan lain-lain segera dikumpulkan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Saya minta jangan terprovokasi. Kumpulkan semua Sajam, tombak, peda dan lain-lain. Serahkan kepada kepolisian,” tegas Bupati Yusra.
Bupati juga menegaskan, Desa Abak dan Bombanon harus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Bolaang Mongondow untuk benar-benar berdamai.
Bahkan, Bupati berani akan membayar barang Sajam seperti tombak tersebut agar bisa diamankan demi mencegah konflik susulan.
“Desa Abak dan Bombanon harus jadi contoh. Benar-benar berdamai dengan menyertakan Sajam kepada pihak kepolisian. Saya berani bayar tombak-tombak itu agar diamankan,” ujar Bupati.
Bupati Yusra juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, khususnya antara masyarakat mayoritas Mongondow dan Minahasa yang selama ini hidup berdampingan dengan rukun.
Prosesi penandatanganan deklarasi perdamaian disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari kedua wilayah.
Turut hadir Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P., Perwakilan dari *Dandim 1303/Bolaang Mongondow,* Camat Lolayan, serta Sangadi Desa Abak dan Sangadi Desa Bombanon.
Penandatanganan komitmen damai tersebut menjadi simbol kuat bahwa kedua desa sepakat untuk mengakhiri pertikaian dan kembali membangun kebersamaan.
Dengan deklarasi ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Lolayan dan sekitarnya kembali kondusif, serta menjadi momentum untuk mempererat persatuan antar warga.***











