Bupati Yusra Alhabsy Saksikan Deklarasi Perdamaian Poopo -Upai

by -127 Views

BOLMONG – Warga Desa Poopo (Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow) dan Warga Kelurahan Upai (Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu) secara resmi mengakhiri pertikaian melalui penandatanganan Deklarasi Damai dan Komitmen Bersama yang berlangsung di Balai Desa Poopo Selatan, Rabu 30 September 2026.

Langkah bersejarah ini memuat 8 (delapan) kesepakatan utama yang berfokus pada penghentian konflik, penegakan hukum, serta pemulihan hubungan kemasyarakatan dan kekeluargaan antarwilayah perbatasan.

Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda dari kedua wilayah, antara lain Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, SE., M.Si., Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendi Mangkat, S.H., M.H., Dandim 1303/BM Manaseh Lomo, S.IP., M.IP., Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, S.I.P., perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, Camat, hingga Sangadi Desa Poopo Selatan dan Lurah Upai.

8 Poin Utama Kesepakatan Damai

Dalam naskah deklarasi yang dibacakan dan ditandatangani oleh perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta perwakilan keluarga kedua belah pihak, disepakati komitmen bersama meliputi:

1. Mengakhiri Pertikaian: Menghentikan segala bentuk konflik, permusuhan, kekerasan, dan tindakan yang mengganggu ketenteraman umum.

2. Penyelesaian secara Hukum & Musyawarah: Mengedepankan jalur dialog dan menghormati mekanisme hukum yang berlaku atas setiap permasalahan.

3. Larangan Penyerangan & Senjata: Dilarang keras melakukan aksi balasan, penghadangan, provokasi, serta membawa senjata tajam maupun senapan angin.

4. Peran Generasi Muda: Mengimbau masyarakat, khususnya pemuda, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi.

5. Jaminan Keamanan Warga Melintas: Saling menjamin keselamatan dan kenyamanan warga yang beraktivitas atau melintas di wilayah Poopo maupun Upai.

6. Koordinasi Berkelanjutan: Membangun komunikasi intensif antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

7. Merawat Hubungan Kekeluargaan: Menjaga ikatan persaudaraan yang telah terjalin dan tidak menjadikan perbedaan wilayah administratif sebagai pemicu permusuhan.

8. Komitmen Kerukunan: Bersama-sama menjaga ketertiban umum demi mewujudkan tatanan masyarakat yang rukun, aman, dan harmonis.

Pesan dan Arahan Kepala Daerah

Bupati Bolaang Mongondow (Yusra Alhabsyi, SE., M.Si.) menegaskan pentingnya komitmen perdamaian yang tulus dari seluruh pihak, bukan sekadar formalitas di atas kertas. Bupati mengimbau warga untuk saling memaafkan dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Beliau juga memberikan peringatan khusus terkait penggunaan media sosial yang rentan menjadi pemicu ketegangan, sehingga mempertegas pentingnya koordinasi erat antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mengatasi potensi konflik melalui dialog konstruktif.

Wali Kota Kotamobagu (dr. Weny Gaib, Sp.M.) menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya ikrar damai ini dan mengingatkan bahwa perselisihan antarwilayah perbatasan sejatinya tidak perlu terjadi. Wali Kota mengajak masyarakat menghentikan sikap saling curiga dan bersatu menjaga ketertiban, serta bijak dalam ber-media sosial. Beliau berharap pertemuan rekonsiliasi ini menjadi yang terakhir, agar sinergi pemerintah dan masyarakat dapat berfokus penuh pada percepatan pembangunan daerah.

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama Pdt. Witlem Pandelaki, S.Th., dilanjutkan laporan pelaksanaan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bolaang Mongondow Deker Rompas, SE., MM., serta arahan dari Bupati Bolaang Mongondow dan Wali Kota Kotamobagu.

Puncak acara ditandai dengan aksi jabat tangan dan saling merangkul antartokoh masyarakat serta pemuda dari Desa Poopo dan Kelurahan Upai. Momen ini menjadi simbol lenyapnya sekat pertikaian dan dibukanya babak baru persaudaraan antarwarga.

Melalui deklarasi ini, seluruh elemen masyarakat berkomitmen mengalihkan energi positif generasi muda ke arah pembangunan daerah, serta memastikan bahwa nilai persaudaraan jauh lebih tinggi di atas segala perbedaan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.