Tahuna Manadolive.co.id — Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, menghadiri dan menyaksikan langsung ritual adat “Mamata”, salah satu rangkaian kegiatan Festival Seke Maneke di Desa Wisata Pulau Para Lele.
Kehadiran pimpinan daerah ini juga turut didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, dr. Kartika Tanos, serta Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata, Drevy Malalantang, bersama rombongan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Michael Thungari menyampaikan bahwa Festival Seke Maneke merupakan salah satu upaya pelestarian budaya lokal yang memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini ada sesuatu yang bisa kita tawarkan ke depan. Saya pikir ini sangat baik, antusiasme dan dukungan masyarakat sangat tinggi. Ini bisa menjadi pemicu kebangkitan ekonomi lokal,” ujar Bupati Thungari.
Sementara itu, Kapitalaung Kampung Para Lele, Elengkey Nesar, menjelaskan bahwa ritual “Mamata” merupakan tahapan awal sebelum pelaksanaan puncak acara, yaitu penurunan alat seke ke laut untuk menangkap ikan.
“Ritual Mamata ini adalah bentuk persiapan sebelum puncak acara, yakni saat alat seke diturunkan ke laut sebagai bagian dari tradisi menangkap ikan secara adat,” jelasnya.
Festival Seke Maneke sendiri merupakan kegiatan budaya yang sarat nilai-nilai tradisional, dan menjadi magnet wisata tahunan di wilayah Kepulauan Sangihe. (gustaf)













