Penulis: Rosita Karim
Manado, MANADOLIVE.CO.ID– Bank Indonesia terus mendorong penguatan ketahanan ekonomi Sulawesi Utara melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani unggulan daerah. Saat ini terdapat 144 UMKM binaan Bank Indonesia yang tergabung dalam program WANUA (Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara).
Di tengah tantangan kenaikan harga sembako, Bank Indonesia menilai bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan ketersediaan barang di pasar dan berdampak terhadap biaya produksi UMKM. Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam menetapkan harga jual sekaligus mempertahankan daya saing produk di pasar. Karena itu, UMKM didorong untuk mulai mengembangkan produk alternatif guna mengantisipasi dampak kenaikan biaya produksi.
Selain itu, meningkatnya jumlah UMKM di Sulawesi Utara perlu diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan perluasan akses pasar. Bank Indonesia mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, mempercepat digitalisasi usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat akses pembiayaan melalui program PATUA WANUA (Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara).
Di sisi lain, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus bersinergi menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai upaya pengendalian inflasi. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Pertumbuhan UMKM di Sulut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas baik dari usahanya maupun pelayanannya. Karena saat ini UMKM di Sulut bertumbuh pesat namun daya beli masyarakat yang berkurang mengakibatkan banyak UMKM juga mengalami penurunan pendapatan.
Seperti yang diketahui UMKM di Sulut yang meningkat terdapat di UMKM yang menjual jenis kopi atau lebih dikenal dengan Barista.
Namun UMKM seperti usaha rumah makan dan restoran lainnya agak mengalami penurunan dikarenakan harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan berdampak pada daya beli masyarakat yang juga menurun.
“Skarang so susah sekali cari doi, usaha rumah makan lagi kurang pendapatan, karena harga kebutuhan pokok yang naik,” ujar salah satu pemilik usaha rumah makan di pasar Bersehati
Untuk itu diperlukan suntikan dana penguatan modal agar UMKM di Sulut bertumbuh pesat di tengah perekonomian di Indonesia yang agak menurun.
“Kami sangat membutuhkan suntikan dana untuk penguatan modal, karena jika kondisi seperti ini maka berpengaruh sekali pada pendapatan,” pungkasnya. (*)







