Asap Tebal Selimuti Sangihe, Kadis Kesehatan Imbau Warga Rentan Gunakan Masker

by -106 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap kebakaran yang menyelimuti sejumlah wilayah. Warga, terutama kelompok rentan, dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di daerah dengan kondisi asap yang masih tebal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Handri Pasandaran, mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Menurutnya, asap yang terpantau di wilayah Sangihe diduga berasal dari kebakaran di luar daerah. Namun, sumber pasti asap tersebut masih perlu dipastikan lebih lanjut.

“Apabila melakukan aktivitas di luar rumah, terutama di daerah yang masih terlihat asap tebal, sebaiknya menggunakan masker. Untuk saat ini, imbauan tersebut belum menjadi kewajiban,” ujarnya.

Handri menjelaskan, kewajiban penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan dapat dipertimbangkan apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Jika kualitas udara menunjukkan risiko tinggi, langkah perlindungan yang lebih ketat akan dipertimbangkan sesuai hasil evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

Meski demikian, kondisi saat ini dinilai masih relatif stabil sehingga belum diperlukan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat secara menyeluruh.

Handri secara khusus mengingatkan kelompok rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah, agar lebih berhati-hati menghadapi kondisi udara yang berasap.

“Kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih. Jika memang harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara berasap, gunakan masker untuk membantu melindungi kesehatan,” imbaunya

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Sangihe belum menemukan peningkatan signifikan kasus gangguan saluran pernapasan berdasarkan laporan yang diterima dari puskesmas dan rumah sakit.

Handri menyebutkan, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan bagian atas maupun bawah masih cenderung stabil. Hingga saat ini, belum terlihat indikasi peningkatan kasus yang mengarah pada kejadian luar biasa (KLB).

Kendati demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi kesehatan masyarakat apabila paparan asap berlangsung lebih lama atau kualitas udara memburuk.

Dinas Kesehatan juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan kualitas udara, termasuk memastikan tingkat pencemaran melalui indikator ISPU.

Selain mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan asap, Handri mengajak warga menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.

Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pencemaran udara dan mengambil langkah pencegahan sejak dini, terutama untuk melindungi anggota keluarga yang lebih rentan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe pun akan terus mengikuti perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan hasil pemantauan serta rekomendasi instansi berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.