Pilkap Tamako Berlangsung Kondusif, Pengamanan Ketat Kawal Pemungutan hingga Penghitungan Suara

by -92 Views

TAHUNA, ManadoLive.co.id — Pelaksanaan Pemilihan Kapitalaung (Pilkap) serentak 2026 di Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (21/10/2026), berlangsung tertib dan kondusif. Pengamanan di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan aman, lancar, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Situasi yang terjaga selama pemungutan hingga penghitungan suara menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan demokrasi di tingkat kampung. Masyarakat pun dapat menggunakan hak pilih untuk menentukan sosok pemimpin yang akan mengemban amanah dan menjalankan pemerintahan kampung ke depan.

Pengamanan TPS juga menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana pemilihan yang aman bagi masyarakat, penyelenggara, dan para calon kapitalaung.

Berdasarkan data hasil pemungutan dan penghitungan suara yang dihimpun, persaingan kandidat terlihat di sejumlah wilayah pemilihan di Kecamatan Tamako, termasuk Kampung Ulung Peliang, Kampung Balane, serta satu lokasi pemilihan lainnya yang hasilnya direkapitulasi berdasarkan wilayah lindongan.

Di Kampung Ulung Peliang, pemilihan diikuti dua calon kapitalaung dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 697 orang.

Berdasarkan hasil penghitungan yang dilaporkan, calon nomor urut 1, Yon Hendry Lahien, memperoleh 317 suara. Sementara itu, calon nomor urut 2, Berti Ferdinand Patras, meraih 203 suara.

Rekapitulasi tersebut mencatat 520 suara sah dan delapan suara tidak sah. Hasil ini menjadi gambaran pilihan masyarakat dalam menentukan pemimpin kampung melalui mekanisme pemilihan langsung.

Persaingan juga berlangsung di Kampung Balane, yang diikuti lima calon kapitalaung dengan jumlah DPT sebanyak 549 pemilih.

Dalam rekapitulasi yang dilaporkan, Delfrit Burunaung memperoleh 125 suara, disusul Ruce E. Lesar dengan 107 suara. Berikutnya, Sami Katiandagho meraih 89 suara, Agus P. Beslar memperoleh 58 suara, dan Nixon I. Akulah mengantongi 26 suara.

Data tersebut mencatat sebanyak 405 suara sah dan dua suara tidak sah. Perolehan suara masing-masing kandidat mencerminkan beragam pilihan masyarakat dalam menentukan pemimpin yang akan menjalankan roda pemerintahan kampung.

Sementara itu, di lokasi pemilihan lainnya, persaingan berlangsung antara Marthalin Sahidangan dan Olfrid Carlos. Data pemilih tercatat sebanyak 494 orang, dengan hasil penghitungan yang dilaporkan berdasarkan tiga lindongan.

Di Lindongan I, Marthalin Sahidangan memperoleh 97 suara, sedangkan Olfrid Carlos meraih 48 suara. Laporan juga mencatat satu surat suara tidak dicoblos atau rusak, dengan total 146 suara tercatat.

Di Lindongan II, Olfrid Carlos memperoleh 99 suara, sementara Marthalin Sahidangan meraih 29 suara. Sebanyak empat surat suara dilaporkan tidak dicoblos atau rusak, dengan total 132 suara.

Adapun di Lindongan III, Olfrid Carlos meraih 52 suara, sedangkan Marthalin Sahidangan memperoleh 50 suara. Total suara yang tercatat di wilayah ini sebanyak 102 suara.

Dalam rekapitulasi keseluruhan, laporan mencantumkan 380 suara sebelum pengurangan lima suara, sehingga jumlah suara sah dilaporkan menjadi 375 suara, disertai lima suara tidak sah. Namun, rincian tersebut masih perlu dicocokkan kembali dengan data setiap lindongan untuk memastikan kesesuaian jumlah suara dan klasifikasi surat suara.

Pelaksanaan Pilkap serentak 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kepulauan Sangihe untuk menentukan pemimpin yang diharapkan mampu menjalankan pemerintahan kampung secara bertanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam proses demokrasi tersebut, pengamanan di TPS memiliki peran penting untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat selama menggunakan hak pilih. Sinergi antara petugas pengamanan, penyelenggara pemilihan, para calon, dan masyarakat juga menjadi faktor pendukung agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.

Selain memastikan ketertiban, pelaksanaan pemilihan yang aman diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat kampung. Perbedaan pilihan di antara warga menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi dengan sikap saling menghormati.

Melalui Pilkap yang berlangsung tertib dan kondusif, masyarakat diharapkan dapat menerima hasil pemilihan sesuai mekanisme yang berlaku, sementara kapitalaung terpilih nantinya diharapkan mampu mengemban amanah, memperkuat tata kelola pemerintahan kampung, dan mendorong kemajuan wilayah yang dipimpinnya. ( gustaf/ adve)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.