Perbaikan Palapa Ring Tengah Dimulai Akhir Juli, Layanan Internet di Sangihe, Sitaro, dan Talaud Berpotensi Terganggu 10–12 Hari

by -73 Views

Tahuna Manadolive.co.id – Proses perbaikan kabel laut optik Palapa Ring Tengah pada segmen Melonguane–Morotai akan segera dilaksanakan mulai akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026. Selama proses restorasi, layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud diperkirakan akan mengalami gangguan sementara.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Sudarmanto, saat membacakan kesimpulan pada kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Bupati Kepulauan Sitaro, Bupati Kepulauan Talaud, serta para pemangku kepentingan terkait.

Sudarmanto menjelaskan, kerusakan pada kabel laut optik disebabkan oleh aktivitas gempa bumi tektonik yang terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat dua inti kabel (core) yang putus dan 14 core lainnya mengalami kondisi high bending dari total 24 core yang tersedia.

“Kondisi kerusakan semakin memburuk setelah terjadi gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses perbaikan secara keseluruhan dijadwalkan berlangsung mulai 8 Juli hingga 16 Agustus 2026. Sementara itu, operasi restorasi utama akan dilaksanakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026.

Selama tahapan restorasi utama tersebut, layanan telekomunikasi diperkirakan akan mengalami pemutusan sementara selama sekitar 10 hingga 12 hari di tiga kabupaten terdampak, yakni Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud.

Untuk meminimalkan dampak gangguan layanan, BAKTI telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, di antaranya meningkatkan kapasitas bandwidth antara 50 hingga 200 Mbps pada 286 titik layanan akses internet yang tersebar di wilayah terdampak.

Rinciannya, sebanyak 48 titik berada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, meliputi kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, serta sektor pertahanan dan keamanan.

Di Kabupaten Kepulauan Sangihe, peningkatan kapasitas dilakukan pada 106 titik yang mencakup kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta sektor pertahanan dan keamanan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Talaud, sebanyak 132 titik layanan akan diperkuat, meliputi kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, sekolah, lokasi wisata, pusat kegiatan masyarakat, sektor pertahanan dan keamanan, hingga tempat ibadah.

Selain peningkatan bandwidth, BAKTI juga menyiapkan kapasitas cadangan (backup) melalui sejumlah operator telekomunikasi. Telkomsel menyediakan kapasitas sekitar 7,55 Gbps, Telkom menyediakan cadangan sebesar 700 Mbps melalui jaringan Starlink, sedangkan Lintasarta menyiapkan kapasitas backup sebesar 100 Mbps.

BAKTI berharap langkah mitigasi tersebut dapat menjaga layanan komunikasi tetap berjalan pada sektor-sektor vital selama proses perbaikan kabel laut berlangsung, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat dilakukan meski terjadi gangguan pada jaringan utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.