TAHUNA, ManadoLive.co.id — Sebanyak 151 personel Polres dan Polsek jajaran Kepulauan Sangihe disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kapitalaung (Pilkap) serentak di 117 kampung. Pemetaan potensi kerawanan, koordinasi lintas wilayah, dan netralitas anggota Polri menjadi perhatian utama untuk mencegah gangguan keamanan selama tahapan pemilihan berlangsung.
Kesiapan tersebut ditegaskan Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Edwin J.A. Humokor, S.H., M.H., saat memimpin apel pengecekan kesiapan pengamanan Pilkap serentak yang diikuti para pejabat utama, perwira, dan personel Polres Kepulauan Sangihe.
Dalam arahannya, Humokor menegaskan bahwa Pilkap merupakan pesta demokrasi masyarakat di tingkat kampung. Karena itu, seluruh personel diminta menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan tidak memihak agar proses pemilihan berlangsung aman, tertib, serta damai.
Ia meminta para Kapolsek bersama personel di wilayah masing-masing memastikan pemetaan potensi kerawanan dilakukan secara matang sebelum hari pemungutan suara. Langkah ini dinilai penting karena aparat di tingkat polsek lebih memahami karakteristik wilayah, kondisi sosial masyarakat, serta potensi konflik yang dapat muncul selama tahapan Pilkap.
“Rekan-rekan yang bertugas di wilayah masing-masing lebih mengetahui kondisi dan potensi kerawanan. Karena itu, setiap informasi harus dikoordinasikan agar pengamanan dapat berjalan dengan baik,” demikian penekanan dalam arahannya.
Humokor juga menekankan pentingnya penyampaian informasi secara cepat dan akurat, terutama jika ditemukan indikasi gangguan keamanan. Informasi tersebut harus segera ditindaklanjuti agar langkah pengamanan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Sebanyak 151 personel Polres dan Polsek jajaran akan disebar untuk mendukung pengamanan di 117 kampung. Pengamanan mencakup pemantauan situasi wilayah, patroli, serta dukungan personel di tempat pemungutan suara (TPS), khususnya pada lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tertentu.
Selain kesiapan teknis, netralitas anggota Polri menjadi perhatian serius. Humokor mengingatkan agar seluruh personel tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon kapitalaung mana pun. Hubungan keluarga, pertemanan, maupun kedekatan pribadi dengan peserta pemilihan tidak boleh memengaruhi pelaksanaan tugas.
Ia meminta setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan ditindaklanjuti sesuai standar operasional prosedur (SOP). Personel juga diingatkan agar menghindari tindakan yang dapat menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap kandidat tertentu.
Menurut Humokor, deklarasi damai yang telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk komitmen menolak politik uang, harus menjadi landasan bersama dalam menjaga demokrasi yang sehat di tingkat kampung.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih nantinya merupakan hasil pilihan masyarakat. Karena itu, seluruh proses Pilkap harus dikawal secara profesional dengan tetap menghormati hak politik warga serta mencegah tindakan yang berpotensi memicu perselisihan antarpihak.
Melalui apel kesiapan tersebut, Polres Kepulauan Sangihe menegaskan komitmennya mengawal Pilkap serentak di 117 kampung agar berlangsung aman, damai, dan kondusif. Dengan dukungan 151 personel, masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih tanpa intimidasi maupun gangguan keamanan.














