Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sitaro Resmi Ditutup

by -108 Views

Sitaro , Manadolive .co.id — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) secara resmi menutup Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui apel penutupan yang digelar di Terminal Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur, Minggu (18/1/2026) sore. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.

Apel penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangit, S.KM, selaku pimpinan apel. Sementara itu, Perwira Apel dijabat oleh Sekretaris BPBD Kepulauan Sitaro, Stenly Marthin, dan Komandan Apel oleh Kapten Inf Meinhard Lolaro selaku Pasiops Kodim 1301/Sangihe.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., perwakilan Lanudsri Letkol Kes Johny Gumansalangi, Kapolres Kepulauan Sitaro yang diwakili Kabag Ops Kompol Noldi Harimu, S.Pd, Kasi Ops Basarnas Provinsi Sulawesi Utara Ida Bagus Nyoman Ngura Asrama, Sekretaris Daerah Kepulauan Sitaro Drs. Denny Kondoj, M.Si, serta unsur TNI-AL, OPD, camat, lurah, dan kapitalau dari wilayah terdampak bencana.

Pasukan apel terdiri dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, dan Basarnas. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.00 Wita dengan laporan komandan apel, pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan pelaksanaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi.

Dalam amanatnya, Bupati Chyntia Kalangit menyampaikan bahwa apel tersebut menandai berakhirnya masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Pulau Siau beberapa waktu lalu. Bencana berupa hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah berdampak pada kehidupan masyarakat, infrastruktur, serta aktivitas perekonomian.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang telah bekerja tanpa mengenal lelah, siang dan malam, dalam upaya penyelamatan, evakuasi, pendistribusian bantuan, pelayanan kesehatan, serta pemulihan awal bagi masyarakat terdampak,” ujar Bupati.

Selanjutnya, pergeseran pasukan direncanakan pada Senin (19/1/2026)  menggunakan KMP Lohoraung dari Pelabuhan Ulu Siau menuju Pelabuhan Munte, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.