Sosialisasi dan Penandatanganan Ikrar Kemitraan Coastal 500 Dorong Perlindungan Ekosistem Laut di Sangihe

by -42 Views

Tahuna Manadolive.co.id Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama organisasi mitra pembangunan Rare Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi dan penandatanganan ikrar kemitraan kepala desa dan lurah pesisir (Coastal 500) dalam rangka mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-14 tentang ekosistem laut.

Hadir dalam kegiatan ini kepala Bapelidbangda Sangihe Ronal Izaak

Kadis PMMD Frans Parayouw,Kadis Perikanan Daerah Ranni Labora

Kegiatan strategis tersebut dihadiri sekitar 124 peserta yang terdiri dari kepala desa, lurah, dan pemangku kepentingan lainnya. Program ini menjadi bagian dari upaya global untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut melalui peran aktif pemimpin lokal di wilayah pesisir.

Vice President Rare Indonesia, Hari Kushardanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Utara. Ia menilai Sangihe sebagai salah satu daerah yang cukup maju dalam pengelolaan pembangunan berbasis lingkungan.

Menurutnya, Rare Indonesia merupakan lembaga mitra pemerintah yang berfokus pada upaya menginspirasi perubahan perilaku masyarakat agar tercipta keseimbangan antara manusia dan alam.

“Manusia tidak bisa hidup tanpa alam, dan sebaliknya alam akan rusak jika tidak dijaga. Karena itu, kita harus memastikan keduanya berjalan beriringan,” ujarnya.

 

Hari juga menyoroti penurunan hasil tangkapan nelayan dalam beberapa tahun terakhir sebagai indikasi menurunnya kualitas ekosistem laut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga sumber daya laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.

 

“Kalau ingin berjalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi jika ingin melangkah jauh dan mencapai tujuan besar, kita harus berjalan bersama,” katanya.

 

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dan strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di daerah kepulauan tersebut.

 

Ia mengungkapkan, Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi daerah ke-500 di dunia yang bergabung dalam program Coastal 500, sebuah inisiatif global yang mendorong kepemimpinan lokal dalam perlindungan wilayah pesisir dan laut.

 

“Laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga identitas budaya dan masa depan masyarakat Sangihe. Karena itu, menjaga kelestarian ekosistem laut adalah sebuah keharusan,” ujarnya.

 

Bupati juga menekankan bahwa meskipun kewenangan pengelolaan laut sebagian besar berada di tingkat provinsi dan pusat, peran kepala desa dan lurah tetap sangat penting dalam menjaga wilayah pesisir di tingkat lokal.

 

Ia mengajak para pemimpin desa dan kelurahan untuk menetapkan kawasan larang ambil sebagai upaya memberi ruang bagi biota laut untuk berkembang biak, sekaligus mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan racun dan alat bantu oksigen.

 

“Perlu ada kerja sama antar desa karena satu kawasan terumbu karang bisa dimiliki oleh beberapa wilayah. Ini membutuhkan komitmen bersama dalam bentuk aturan bersama,” katanya.

 

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana mengembangkan sejumlah wilayah pesisir sebagai destinasi pariwisata, seperti kawasan Manganitu Selatan dan sekitarnya, yang membutuhkan kondisi ekosistem laut yang sehat dan terjaga.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala desa dan lurah pesisir dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga kelestarian laut, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.