SULUT, MANADOLIVE. CO. ID– Masyarakat Petani di Sulawesi Utara (SULUT) mengeluhkan sulitnya mereka mendapatkan pupuk bersubsidi dan bibit. Sehingga menjadi perhatian Ketua Fraksi Nyiur Melambai DPRD Sulut, Sjenny Kalangi.
Politisi Partai Gerindra di DPRD Sulut dari daerah pilihan (Dapil) Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya ini, Sjenny Kalangi, meminta agar pemerintah harus menyikapi dan memberikan perhatian serius terkait kelangkaan pupuk bersubsidi dan bibit untuk para petani.
” Dengan adanya PPKM saat ini, masyarakat lebih dominan dengan bertani agar bisa bertahan dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Namun para petani mengeluhkan kesulitan mereka mendapatkan pupuk bersubsidi,”tutur Kalangi, menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Wartawan, Senin (13/09/2021).
Ia mengatakan, akibat dari kelangkaan pupuk bersubsidi para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya melambung tinggi.
“Para petani jelas merasa rugi karena biaya tanam jauh lebih tinggi dari hasil panen yang didapatkan. Untuk itu saya mintakan adanya perhatian serius dari pemerintah menyikapi keluhan para petani, yang sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Agar boleh ditindaklanjuti sehingga ketersediaan pupuk dapat memenuhi kebutuhan petani saat ini.” tukasnya.
Ia pun meminta kepada distributor dan kios untuk tidak melakukan penjualan pupuk subsidi kepada warga yang tidak mempunyai kartu elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dari seluruh daerah.
“Saya juga mintakan pengawasan dari pemerintah untuk terus memantau langsung ketersedian pupuk yang ada di kios-kios, agar penyalurannya terarah untuk warga petani yang memang mempunyai kartu RDKK, dan jangan sampai ada mafia pupuk.”tegas Kalangi. (iin/*)








