Sitaro, Manadolive.co.id — Banjir bandang melanda wilayah Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang, sehingga material tanah, batu, dan pohon menutup akses jalan penghubung Kelurahan Bahu dan Pangirolong.
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA saat hujan deras terus mengguyur wilayah tersebut. Luapan material dari perbukitan mengalir deras ke badan jalan dan permukiman warga, menyebabkan akses transportasi antarwilayah terputus total.
Berdasarkan laporan awal di lapangan, sedikitnya lima unit rumah warga dilaporkan hilang terseret arus. Selain kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa. Data sementara menyebutkan terdapat 10 korban meninggal dunia, dengan sejumlah korban telah ditemukan dan diidentifikasi, sementara korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Korban meninggal yang telah teridentifikasi sementara antara lain Yance Tamalongehe, Lorensi Bawolce, Sanli Diamanis, Joan Bangsa, EL Kamonangan, Rakmon Bangea, dan Yantle Tamalonggehe. Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses evakuasi dan pendataan lanjutan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Babinsa setempat menerima laporan dari pemerintah kampung dan segera melaporkannya kepada Danramil. Selanjutnya, Danramil bersama anggota Koramil 02/Siau langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal serta pencarian korban.
Babinsa juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat guna melaksanakan pembersihan material banjir bandang yang menutup jalan, sekaligus memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada mengingat cuaca buruk dan hujan berkepanjangan masih berpotensi terjadi.
Hingga saat ini, aparat TNI bersama unsur terkait masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan serta terus memantau perkembangan situasi di lokasi bencana.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda alam yang membahayakan. (gustaf)








