Sitaro, Manadolive.co.id — Bencana alam banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa, luka-luka, kerusakan rumah warga, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Danramil 1301-02/Siau dan disampaikan oleh Komandan Kodim 1301/Sangihe Sitaro, Letkol Czi Nazarudin, S.T., M.I.P., terdapat enam lokasi yang terdampak banjir bandang, yakni Kelurahan Bahu (Kecamatan Siau Timur), Kampung Laghaeng (Kecamatan Siau Barat Selatan), Kampung Batusenggo, Kampung Peling, Kampung Bumbiha (Kecamatan Siau Barat), serta Kelurahan Paseng.
Di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, banjir bandang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 17 orang mengalami luka-luka. Lima unit rumah dilaporkan hilang terseret arus. Sebanyak 35 kepala keluarga atau 108 jiwa terpaksa mengungsi dan saat ini ditampung di Museum Kelurahan Tarorane.
Sementara itu, di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, dua warga meninggal dunia, dua orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 14 unit rumah mengalami rusak total, rusak berat, dan rusak ringan. Warga terdampak sementara mengungsi di Gedung Gereja GMIST PNIEL Sanumpito.
Di Kampung Batusenggo, Kecamatan Siau Barat, banjir bandang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan enam orang luka-luka. Selain itu, 14 unit rumah dilaporkan hilang dan 23 unit rumah mengalami rusak berat. Warga mengungsi di Gedung Gereja KGPM Batusenggo serta rumah warga yang tidak terdampak bencana.
Bencana serupa juga terjadi di Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, sementara kerusakan material meliputi lima unit rumah rusak berat atau hilang serta 25 unit rumah mengalami rusak ringan.
Di Kampung Bumbiha, tidak terdapat korban jiwa, namun tiga unit rumah mengalami rusak berat akibat terjangan banjir bandang.
Sedangkan di Kelurahan Paseng, tidak ada korban jiwa, namun material berupa batu, tanah, dan kayu menimbun sebagian Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro, menutup akses jalan, serta mengenai sejumlah rumah warga.
Secara keseluruhan, banjir bandang di Pulau Siau mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, ratusan warga terdampak, serta puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi.
Hingga saat ini, sejumlah akses jalan masih tertutup material banjir dan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pihak terkait bersama aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat terus melakukan penanganan darurat, pendataan lanjutan, serta pembersihan material guna membuka kembali akses jalan dan memastikan keselamatan warga terdampak. ( gustaf)








