Sejumlah Rumah di Sangihe Rusak Akibat Gelombang Pasang dan Gempa, BPBD Lakukan Asesmen

by -18 Views

Tahuna Manadolive.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gelombang pasang serta dampak gempa bumi yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan kerusakan rumah akibat gelombang pasang terjadi di Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna. Selain itu, cukup banyak rumah warga di Kampung Musata yang turut terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.

“Tim BPBD telah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah yang rusak di Kelurahan Santiago dan Nusa Tabukan . Kami juga mencatat adanya rumah rusak akibat gelombang pasang di Kampung Matutuang, Kecamatan Marore,” ujar Labesi.

Selain dampak gelombang pasang, BPBD juga menerima laporan kerusakan rumah akibat gempa bumi. Satu unit rumah dilaporkan rusak di Kampung Barangka akibat gempa yang terjadi beberapa hari lalu.

Menurut Labesi, secara teknis BPBD akan menghitung besaran bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat terdampak, baik akibat bencana hidrometeorologi maupun gempa bumi.

Ia juga mengimbau pemerintah kampung dan kelurahan untuk segera melaporkan jika terdapat keluarga maupun infrastruktur yang rusak di wilayah masing-masing.

“Laporan yang masuk akan kami teruskan kepada pimpinan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian bantuan, khususnya bantuan bahan bangunan rumah,” jelasnya.

Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan berat hingga hancur total, seperti di Kelurahan Santiago, BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok dan peralatan kebutuhan dasar.

Bantuan tersebut diberikan kepada satu keluarga terdampak yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Lebih lanjut, Labesi menyampaikan bahwa rumah yang hancur total di wilayah pesisir direncanakan akan direlokasi.

Hal ini mengingat kondisi pengaman pantai di lokasi tersebut sudah rusak dan tidak memungkinkan untuk dibangun kembali di tempat yang sama.

“Kami akan membangun koordinasi dengan pemerintah kelurahan, khususnya Kelurahan Santiago, agar relokasi dapat dilakukan.

Bantuan nantinya tidak dibangun di lokasi yang sama karena kondisi cuaca dan lingkungan yang masih rawan,” katanya.

BPBD juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kepulauan Sangihe masih berada dalam status tanggap darurat hingga 17 Januari 2026. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca masih berpotensi hujan lebat dan angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah lereng, aliran sungai, dan pesisir pantai, agar meningkatkan kewaspadaan.

Jika terjadi kondisi membahayakan, segera lakukan evakuasi mandiri untuk meminimalisir korban jiwa,” pungkas Labesi.

Ia juga berharap pemerintah kampung, kelurahan, dan kecamatan terus melakukan monitoring wilayah serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.