Dinas Kesehatan Target Imunisasi Anak SD Akhir November

BITUNG, MANADOLIVE.CO.ID- Dinas Kesehatan Kota Bitung dalam menindaklanjuti salah satu program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS dari Kementerian Kesehatan ke sekolah dasar melibatkan 9 Puskesmas.

Terpantau di Puskesmas Girian sejak Kamis dan Jumat 20 November 2020 turun ke SD GMIM Bukit Kasih Girian Permai,SD Cendekia Girian Bawah dan SD GMIM 23 Girian.

Di SD GMIM 23 Girian terdapat 49 siswa kelas 1 mengikuti penyuntikan Difteri Tetanus.

Kepala SD GMIM 23 Girian Ruth Tampi mengatakan melalui imunisasi ini anak-anak di ajarkan tidak takut di suntik oleh dokter.

 

Petugas Puskesmas Girian yang melaksanakan penyuntikan menyarankan anak-anak yang sudah di suntik agar tidak langsung bermain main di rumah.

Secara terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bitung dr.Calvin Wuisang menjelaskan bahwa ada 2 tahap BIAS yaitu campak dan difteri tetanus,bagi siswa kelas 1 SD campak dan difteri tetanus sedangkan kelas 2 dan kelas 5 SD suntikan difteri tetanus.

Dirinya menambahkan 118 SD di targetkan tuntas hingga akhir bulan November berjalan di Puskesmas Sagerat 18 SD, Puskesmas Girian 9 SD,Paceda 17 SD, Danowudu 15 SD,Bitung Barat 21 SD, Tinombala 4 SD, Aertembaga 10 SD, Lembeh Selatan 13 SD dan Puskesmas Lembeh Utara 11 SD.

Selanjutnya dia menguraikan pada tahap pertama sudah di capai 70,5 persen dan terus di kejar pada tahapan kedua.

Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

Imunisasi BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diadakan 2 kali dalam setahun dan dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia.

Program imunisasi BIAS ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.

Namun, hanya 3 imunisasi wajib berulang yang akan diberikan pada saat BIAS, antara lain:

Dengan pemberian vaksin campak melalui program tahunan ini, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan Rubella di tahun 2020 dan Indonesia bebas penyakit campak dan Rubella. Imunisasi difteri tetanus (DT)

Biasanya pemberian imunisasi difteri tetanus (DT) juga diberikan secara berulang pada anak sekolah kelas 1 SD. Selanjutnya, imunisasi DT juga dapat diberikan lagi saat anak berusia 12 tahun.

Imunisasi ini sangat penting diberikan karena difteri merupakan penyakit infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan.

Tidak hanya itu saja, penyakit ini membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan, yang dapat membuat anak sulit makan dan bernapas.

Bahkan yang lebih parahnya lagi bisa menyebabkan kerusakan saraf, ginjal, dan jantung.

Wuisang mengajak para guru dan orangtua perlu memberikan dukungan jika anaknya mendapat imunisasi di sekolah oleh petugas Puskesmas setempat. (Red)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *